You're here: My City Blogging » Semarang » Article: Perayaan Tahun Baru Tetap Meriah, Meski Tanpa Artis

Perayaan Tahun Baru Tetap Meriah, Meski Tanpa Artis

Amril Taufik Gobel — January 2, 2009 / 5:43 am

Perayaan Tahun Baru selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk merayakannya. Termasuk warga Semarang dan sekitarnya. Walau tak ada perhelatan spesial tersendiri dalam perayaan itu termasuk hadirnya artis ibukota, bukanlah halangan yang berarti menandai pergantian tahun. Seperti dikutip dari Suara Merdeka online, konsentrasi masyarakat dalam merayakan malam pergantian tahun tersebar di sejumlah titik. Tidak hanya di pusat kota, tetapi juga daerah pinggiran.Pantauan Suara Merdeka di lapangan, warga memadati lokasi-lokasi strategis untuk melihat pesta kembang api. Tempat-tempat itu antara lain di Jalan Sumbing, tepatnya di dekat Pura Agung Girinatha, Rumah Sakit Bersalin Gunung Sawo, Taman Tabanas Gombel, kawasan perumahan Candi Golf di Jangli, dan Jalan Arteri Soekarno Hatta. Mereka kebanyakan datang dengan mengendarai sepeda motor. Banyaknya warga yang berkumpul mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.

Lapangan Pancasila Simpanglima yang tanpa kehadiran panggung megah dan artis pun tetap memiliki daya tarik. Kendaraan padat merayap di jalanan. Sementara PKL memenuhi lapangan menggelar dagangannya.

Tetenger kota, Tugu Muda juga menjadi jujugan masyarakat Semarang dan sekitarnya dalam merayakan pergantian tahun. Kendaraan yang parkir di sekitar Tugu Muda membuat arus lalu lintas tersendat. Apalagi menjelang detik-detik pergantian tahun.

Suasana menjadi meriah saat jarum jam tepat menunjuk ke angka 12. Kembang api berpijaran di langit Semarang. Tidak hanya di tengah kota, bunga-bunga api beraneka bentuk dan warna itu juga terlontar dari kampung-kampung pinggiran. Bersamaan dengan itu terdengar suara teriakan dan terompet bersahut-sahutan.

Pesta kembang api tidak berhenti sesaat setelah pergantian tahun. Hingga pukul 01:00, kembang api masih berpijaran di langit Semarang. Kemacetan juga terjadi di Jalan Sriwijaya, tepatnya di depan Wonderia. Di sekitar wahana bermain tersebut banyak kendaraan dan pejalan kaki lalu-lalang menyeberang jalan. Padahal, arus dari Jalan Pahlawan sangat padat.

Tidak hanya di jalanan protokol, suasana kampung-kampung begitu semarak dengan disulutnya kembang api. Terlebih cuaca malam tahun baru sangat cerah. Hal serupa juga terlihat di kawasan Pantai Marina, PRPP, dan Kampung Laut. Pesta kembang api semarak di ketiga tempat itu serta ditambah lagi oleh warga sekitar. Ribuan kendaraan pun terjebak dalam kemacetan di jalan-jalan.

Di Kelurahan Sendangmulyo, yang bertumbuhan kawasan permukiman baru, sejumlah RT menggelar acara sederhana bersama. Mereka menggelar tikar, serta “pesta” makan bersama ala kadarnya diselingi dengan hiburan karaoke. Tidak lupa kembang api yang dibeli dari lapak-lapak PKL disulut. Nyala kembang api di langit malam dari tiap kampung itu seperti saling beradu. Tentu saja tontonan gratis bagi warga yang melewatkan pergantian tahun dengan hanya di rumah saja menjadi hiburan menarik.

‘’Acara dibuat spontanitas. Warga pun bersemangat mengikuti. Mereka menawarkan makanan dan minuman untuk dihidangkan bersama. Ini sebagai bentuk untuk mengakrabkan sesama warga,” kata Junaedi, ketua RT 14 RW 28 Perumahan Klipang Pesona Asri 3 Sendangmulyo. Ragam Perayaan

Bentuk perayaan tahun baru dimaknai secara beragam. Wali Kota Sukawi Sutarip menyambut tahun baru dengan menggelar khataman Alquran di rumah dinas Jl Roro Jonggrang 1, Manyaran. Kegiatan itu dimulai bakda Isya, diawali dengan khataman Alquran oleh santri dari Pondok Pesantren Raudlotul Quran Kauman pimpinan KH Chammad Maksum. Selanjutnya, diselenggarakan istighotsah yang dipimpin KH Qurtubi Alhafidz dari Pesantren Darul Taqwa Tugu.

Sementara itu, Gubernur Bibit Waluyo mengadakan tasyakuran dengan pemotongan tumpeng bersama jajaran SKPD Pemprov Jateng di kantor Jl Pahlawan. Ia mengingatkan 2009 adalah tahun penentuan nasib bangsa. Ini tidak terlepas dari hajatan demokrasi secara nasional, yakni pemilu. Di Vihara Mahavira, Kawasan Marina, sekitar 500 umat yang berasal dari kota-kota di Jateng ini dengan menyalakan lilin memanjatkan doa. Mereka berharap di tahun 2009 senantiasa diberikan keselamatan dan terhindar dari bencana. Doa yang dipimpin Samanera Chuan Zhan yang berlangsung selama 30 menit tersebut berjalan khidmat.

Sementara itu, peruntungan dan ramalan nasib tahun 2009 juga menarik minat pengunjung Rinjani View. Mereka menanyakan perkiraan nasib pada fortune teller. Sedangkan di Club 123 Novotel Semarang dimeriahkan dengan pesta topeng dan body painting. Sambil menunggu pergantian tahun, mereka disuguhi live music top 40s dari Twenty One Band dan Resident DJ Happy. ‘’Pelepasan topeng saat pergantian tahun tersebut bermakna untuk memperlihatkan wajah dan penampilan baru kita dalam menyambut tahun 2009,” ujar Marketing Manager Novotel Semarang Wiwied

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT