You're here: My City Blogging » Semarang » Article: Proyek Tol Semarang-Solo Dimulai
Sebuah momentum monumental baru saja dirayakan Sabtu (31/1) kemarin. Seperti dikutip dari Suara Merdeka Online, senyum Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo langsung terpancar saat terdengar bunyi sirine meraung-raung usai tangan kanannya menekan tombol tanda peresmian rintisan pekerjaan tol Semarang-Solo. Begitu pula saat tiang pancang mulai ditanamkan, dia yang didampingi Sekjen Departemen Pekerjaan Umum Agus Wijanarko langsung mengepalkan tangan. ”Yes..yes..yes!”Tepuk tangan pun langsung membahana memecah suasana yang diliputi mendung tebal, di Kelurahan Kramas, Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (31/1).
Mimpi panjang selama tiga tahun akhirnya terealisasikan. Kelurahan Kramas menjadi saksi awal dari pekerjaan yang akan menelan biaya lebih kurang Rp 7 triliun.
Sedianya peresmian dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, namun karena ada agenda kenegaraan yang penting, maka hanya diwakilkan Sekjen PU Agus Wijanarko.
Beberapa pejabat pusat ikut hadir dalam peresmian, antara lain Dirut PT Jasa Marga (JM) Frans S Sunito, Dirjen Bina Marga Hermanto Derdak, dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung. Dari Komisi V DPR RI yakni Sumaryoto dan Taufik Kurniawan turut menyaksikan pencanangan tol.
Bibit mengemukakan peresmian ini adalah rintisan awal dari sebagian pekerjaan tol Semarang-Solo. Meski untuk tahap pertama Tembalang (Kota Semarang)-Ungaran (Kabupaten Semarang) masih ada beberapa bidang lahan yang belum dibebaskan, dia berharap secepatnya warga bisa melepaskan dengan proses pembebasan yang menguntungkan. ”Saya berharap warga bisa menyadari arti penting pembangunan ini. Jangan menolak, tetapi dibicarakan kembali harga yang layak,” kata dia.
Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak mengungkapkan di 2009 ini pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran senilai Rp 2 triliun untuk menyubsidi pembebasan lahan disemua rute tol trans Jawa. ”Termasuk pembebasan lahan untuk Semarang-Solo. Agenda terdekatnya pembebasan Ungaran-Solo. Dana ini digunakan kalau harga tanah melebihi 10% dari yang ditentukan.” Dia berharap pembebasan lahan bisa cepat selesai, dengan begitu target sampai 2012 tol Semarang-Solo bisa dioperasikan. ”Saya yakin, kalau untuk 2009 masalah pembebasan lahan Ungaran sampai Solo selesai, tentu target bisa tercapai,” kata dia. Beroperasi
Frans S Sunito menyatakan bila target 14 bulan untuk pekerjaan Seksi I selesai, maka tol Semarang-Ungaran (14 km) bisa langsung dioperasikan. ”Kita tidak ingin investasi besar hanya mangkrak begitu saja. Selesai satu seksi saja langsung kita operasionalkan, supaya ada pendapatan. Kalau tidak ada pendapatan, maka investasi besar ini hanya untuk bayar bunga pinjaman, kita jadi rugi.”
Seperti diketahui, total pendanaan tol ini sekitar 70% ditopang dari pinjaman tiga bank yakni BRI, BNI, dan Mandiri. Adapun sisanya 30% adalah modal bersama JM dengan PT Sarana Pembangunan Jawa tengah (SPJT) yang tergabung dalam PT Trans Marga Jateng.
Frans mengatakan dari modal bersama itu, JM paling besar yakni 60% atau senilai Rp 4,2 trilun, sedangkan PT SPJT sebesar 40% senilai Rp 2,8 triliun.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.