You're here: My City Blogging » Semarang » Article: Bandara Ahmad Yani Dibuka Kembali, Meski Terbatas
Banjir yang melanda kawasan Semarang dan sekitarnya, sungguh dashyat. Bahkan Bandara Ahmad Yani sempat terkena dampaknya, namun setelah ditutup total pada Minggu (8/2), Bandara Ahmad Yani kembali dibuka pada pukul 1400 kemarin. Namun hanya pesawat tertentu yang bisa mengaksesnya. Dari total landasan sepanjang 2.650 meter, PT Angkasa Pura I Bandara A Yani hanya memberlakukan runway sepanjang 1.500 meter.Seperti dikutip dari Suara Merdeka online, Asisten Manajer Pelayanan Bandara A Yani Edi Hartono mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melihat situasi di lapangan tidak memungkinkan. ”Posisi landasan yang tergenang air ada di tengah runway sepanjang 500 meter dengan ketinggian bervariasi.
Jadi jalur yang tidak tergenang ini dioptimalkan untuk pendaratan, tapi hanya bisa 1.500 meter saja. Karena itu untuk pesawat berbadan besar seperti Airbus tentu akan sulit,” kata Edi, kemarin.
Aktivitas bandara sudah mulai dibuka sejak pukul 07.00, namun ditutup kembali pada pukul 09.10. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat empat maskapai menerbangkan pesawat ditambah 1 pesawat carter rombongan Menko Kesra, serta kedatangan satu pesawat Batavia Air dari Jakarta.
Melihat kondisi cuaca buruk dengan curah hujan cukup tinggi akhirnya bandara ditutup kembali. Bahkan sebelum penutupan kembali pukul 09.10, ada maskapai yang nyaris terbang namun akhirnya ditunda.
Para penumpang Batavia Air yang sebagian sudah memasuki pesawat terpaksa turun kembali.
”Ini menyangkut keselamatan daripada berisiko, ya terima saja kalau mundur waktunya. Tadi sih sudah senang akhirnya terbang tapi ditunda lagi,” kata penumpang asal Pontianak, Musadat.
Sejak pagi hingga siang hari, terlihat para penumpang yang sedianya dijadwalkan berangkat, berjubel di depan tiket untuk mengatur keberangkatan ulang mereka atau mengembalikan tiket. Nampak wajah-wajah letih menanti kepastian pemberangkatan yang tak kunjung tiba.
Karena lelah menunggu, beberapa penumpang tertidur di kursi dan kereta barang di pintu kedatangan. Kesibukan nampak di loket-loket maskapai yang disesaki penumpang. Rata-rata mereka memilih mengatur ulang jadwal keberangkatan, karena yakin penerbangan akan dibuka kembali.
Keputusan mengalihkan jalur penerbangan juga dilakukan rombongan tim PSIS Semarang dari Jakarta yang hampir mendarat di Bandara A Yani menggunakan maskapai Sriwijaya Air pukul 07.45.
Namun bandara ditutup kembali, sehingga pesawat terbang lagi ke Jakarta. Rombongan PSIS pun akhirnya memilih mengalihkan penerbangan dengan tujuan Yogyakarta pukul 19.30 menggunakan Batavia Air selanjutnya menggunakan bus menuju Semarang.
”Pramugari sudah memberitahu penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman karena pesawat akan mendarat. Tapi tiba-tiba pilot memberi tahu bandara ditutup dan harus kembali ke Jakarta,” terang Manajer Tim Setyo Agung Nugroho.
Pesawat rombongan Persisam Samarinda yang baru-baru ini bertanding lawan Persibat Batang juga mengalihkan penerbangan ke Bandara Adisucipto Yogyakarta. Mereka seharusnya terbang ke Balikpapan melalui Jakarta dari Semarang. Namun, akhirnya mereka memutuskan mengembalikan tiket dan menyewa bus menuju ke Yogyakarta untuk selanjutnya terbang ke Jakarta.
Airport Duty Manager (ADM) Kasan menambahkan, sejak ditutup kembali pukul 09.10 hingga dibuka pukul 14.00 setidaknya tercatat sembilan pesawat yang harus tertunda.
Februari tahun lalu, hal yang sama pernah terjadi, namun bandara hanya ditutup selama beberapa jam dan tidak sampai total seharian. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jateng Bambang Setyono menambahkan, penerbangan di bandara itu hampir 70% didominasi perjalanan domestik.
Jika diasumsikan tingkat isian (load factor) minimal 80% dengan 120 seat dikalikan 14 keberangkatan, misalnya dengan harga tiket termurah Rp 350 ribu, maka potensi kehilangan dari penumpang sedikitnya mencapai Rp 472 juta per hari.
”Ini belum potensi landing fee, airport tax, kemudian kargo, bahan bakar, kompensasi snack bagi penumpang yang menunggu. Luar biasa besar kerugiannya,” katanya.
Penumpang yang memesan melalui travel agent, lanjut dia, rata-rata juga mengalihkan penerbangannya ke kota terdekat seperti Yogyakarta atau Solo.
Terlambat 15 Jam
Sementara itu, banjir yang masih menggenangi jalur kereta api di sekitar Jl Ronggowarsito hingga wilayah Kaligawe, membuat jadwal kedatangan dan keberangkatan seluruh kereta mengalami keterlambatan hingga delapan jam. Empat jadwal perjalanan KA kelas ekonomi dan bisnis terpaksa dibatalkan karena padatnya jalur dan seluruh perjalanan kereta molor.
Wakil Kepala Stasiun Poncol Triyono mengatakan, seluruh perjalanan kereta terlambat karena rel yang baru saja ditinggikan 70 sentimeter pada pertengahan tahun lalu masih tergenang hingga ketinggian 17 sentimeter. Akibatnya kereta tidak bisa melintas. Lokomotif terpaksa harus dilangsir dengan lokomotif kecil jenis BB 300, dan beberapa kereta yang lain menunggu di sejumlah stasiun.
Dituturkan, KA Tawang Jaya jurusan Jakarta-Semarang yang seharusnya tiba di Stasiun Poncol pukul 05.00 baru tiba pukul 16.00. Sementara KA Kertajaya jurusan Jakarta-Surabaya yang seharusnya tiba di Stasiun Poncol pukul 00.30, baru datang pukul 08.48.
Kereta yang dibatalkan, lanjut dia, adalah kereta-kereta lokal yaitu KRD dan KA Feeder jurusan Semarang-Bojonegoro, serta KA Kaligung kelas ekonomi untuk keberangkatan pukul 06.00. Akibatnya, banyak penumpang terlantar. Kereta tersebut merupakan satu-satunya alat transportasi masyarakat di daerah seperti Randublatung, Doplang, Goprak dan sebagainya.
Rudi, salah seorang calon penumpang KRD, terpaksa harus membatalkan kepulangannya ke Cepu bersama anak-istrinya. Dia juga harus menginap di rumah saudara, menunggu hingga KRD bisa diberangkatkan. “Kalau mau naik angkutan kota harus oper bolak-balik, jadi boros. Lagipula ini transportasi paling dekat dengan rumah dan murah. Kalau begini ya terpaksa kami harus menunggu,” kata pria yang sehari sebelumnya tak bisa berangkat karena KRD juga dibatalkan.
Tak cuma kereta ekonomi yang dibatalkan. Kepala Stasiun Tawang, Tri Suwarno mengatakan, KA Fajar Utama juga batal berangkat karena rangkaian terlambat tiba. Sejumlah penumpang akhirnya memilih untuk pindah ke KA Gumarang, dan sebagian lagi membatalkan.
Kasnan, warga Tegal yang hendak menuju ke Semarang dengan KA Tawang Jaya mengatakan, dirinya kecewa karena perjalanan kereta api mengalami keterlambatan hingga berjam-jam. Perjalanan dari Tegal ke Semarang tersendat lantaran KA harus transit hingga dua kali, yakni di Stasiun Weleri dan Stasiun Mangkang.
”Sejumlah penumpang lain juga mengeluhkan keterlambatan ini karena perjalanan dari Tegal hingga Semarang mencapai 15 jam (waktu normal 3,5 jam-Red),” ujarnya.
Awalnya Kasnan menumpang KA Kaligung dari Tegal. Dalam perjalanan menuju Semarang, kereta tersebut transit di Stasiun Weleri karena banjir. ”Karena tidak mau menunggu lama, saya beralih menggunakan KA Tawang Jaya. Ternyata, kereta ini juga transit di Stasiun Mangkang,” terangnya.
Dia mengatakan, sudah hampir satu jam kereta berhenti di Stasiun Mangkang, namun belum ada tanda-tanda akan diberangkatkan ke Semarang. ”Informasi yang saya dengar perjalanan terhambat karena jalur kereta api terlalu padat, sehingga harus bergantian dengan kereta lain,” ujarnya.
Jumani, pemimpin Perjalanan KA (PPKA) Stasiun Mangkang mengatakan, perjalanan kereta api terganggu karena banjir dan gogos di antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.