You're here: My City Blogging » Semarang » Article: Disiapkan, Koridor II BRT

Disiapkan, Koridor II BRT

Amril Taufik Gobel — February 18, 2009 / 10:00 am

Pengembangan kota Semarang khususnya dalam hal transportasi terus digiatkan. Meski operasional bus rapid transit (BRT) Trans Semarang koridor I Mangkang - Penggaron belum terealisasi, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang sudah mempersiapkan koridor II Pudakpayung - Terboyo.Seperti diberitakan oleh Suara Merdeka online, Kepala Dishubkominfo, Andi Agus Wandono mengatakan, persiapan baru sebatas sosialisasi jalur trayek yang akan dilewati serta kajian.

Diharapkan, tahun 2010, trayek koridor II bisa menyusul untuk dioperasikan. Di antara dua koridor tersebut nantinya juga dibuat dua transfer point di Jl Pemuda, depan SMA 5 serta Simpanglima. Di transfer point ini penumpang BRT bisa berpindah jalur tanpa dipungut tarif lagi.

”Bila semua koridor sudah berjalan maka akan semakin memudahkan penumpang bus. Untuk koridor I memang masih sangat terbatas cakupan jalur yang ditempuh, tai terbilang gemuk dari sisi potensi jumlah penumpang,” katanya, Selasa (17/2).

Dia menambahkan, saat ini sedang berusaha mempercepat penyiapan sarana prasarana BRT. Maret-April harus ada pengerjaan fisik, berbagai sarana yang diperlukan.

Ini terkait dengan proses pembahasan dana APBD yang dijadwalkan rampung pada bulan tersebut. ”Kami masih mengintensifkan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan sarana prasarana,” katanya.

Penyediaan Rambu

Koordinasi itu, misalnya, pengaspalan jalan yang masih berupa tanah. Ada sejumlah shelter di mana antara jalan dan shelter masih ada jarak berupa tanah belum beraspal.

Begitu pula dengan penyediaan rambu-rambu. Program BRT Trans Semarang ini, Pemkot menerima bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 4,5 miliar dan Pemprov Jateng Rp 1,7 miliar.

Pada pembahasan RAPBD 2009 Kota Semarang dimasukkan pos anggaran BRT sebanyak Rp 1,13 miliar. Anggaran itu mencakup studi manajemen kelayakan lalu lintas dan bisnis (persiapan koridor II dan III)

Rp 150 juta, pengadaan marka Rp 532 juta, pengadaan rambu Rp 356 juta, rekrutmen SDM Rp 50 juta dan pelatihan SDM Rp 40 juta.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, hendaknya operasional BRT jangan sekadar meniru program transportasi massal yang sudah dijalankan di Jakarta maupun Yogyakarta. Masing-amsing kota memiliki karakteristik berbeda.

”Jakarta ada separator untuk bus way, sementara BRT nanti bercampur dengan kendaraan lain. Perlu antisipasi agar tidak terjadi waktu menunggu yang lama karena sejumlah titik rawan macet,” katanya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT