← Kembali ke halaman depan

Gang Dolly

Gang DollyGang Dolly adalah nama tempat lokalisasi pelacuran di aerah Jarak, Pasar Kembang. Lokalisasi yang diperkirakan terbesar di Asia Tenggara ini dulunya dikelola oleh Tante Dolly, seorang perempuan keturunan Belanda ketika pemerintah Belanda menginvasi kota ini. (sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Dolly,_Surabaya)

Sudut kota Surabaya ini memiliki 898 wisma prostitusi dengan 8.000 orang perempuan penggoda yang tiap malamnya duduk berjejer di etalase kaca untuk menunggu pelanggan membooking. Pasti banyak orang yang menentang keberadaan tempat ini akan tetapi ternyata Gang Dolly memberikan penghidupan bagi warga sekitar untuk membuka bisnis sampingan seperti warung, tempat parkir, bahkan persewaan kamar mandi.

Alhasil, pada saat bulan puasa ini, roda perekonomian seakan macet karena kebanyakan usaha warga setempat adalah bisnis yang mendukung keberadaan rumah-rumah bordil itu. Gang Dolly ditutup selama bulan puasa dan banyak dari pekerjanya pulang kampung. Bahkan pemilik wisma mengatur kepulangan mereka dengan bis sewaan yang dikawal oleh beberapa body guard.

Itulah wajah lain dari kota Surabaya, yang sesungghnya bukan sesuatu yang patut dibanggakan. Akan tetapi, keberadaan tempat ini sudah diakui dalam peta maupun tata kota pemkot, bahkan dalam ruang lingkup internasional.

(sumber diambil dari Jawa Pos, 19 September 2007. Foto diambil dari http://www.kompas.com/kompas-cetak/0105/31/UTAMA/3005h01.jpg)

Ikuti diskusi Ada 60 komentar untuk artikel ini.

  1. apratihata

    ya klu dipandang sekilas tampak menrik dan menggairahkan para hidung belang, tapi disisi intern dolly dapat meningkatkan stabilitas kemakmuran perekonomian masyrakat sekitar..tapi,yang terkadang kita pertnyakan bagaimana??kita mensiasati penyakit yang terdapat di sana…tidak asing lagi yaitu hiv,aids dan penyakit kelamin lainnya..?
    apakah kita harus memberikan dokter2 pada setiap wisma,atau general chekup..seperti tes darah pada setip individu PSK..dan para pelanggan hidung belangnnya??kita harus terus pertanyakan.yang bisa menjadi kebijakan publik surabaya.saya hanya bisa memberikan komen singkat.apra fakultas hukum universitas wijaya kusuma surabaya.

    October 15th, 2007 at 11:17 am

  2. apratihata

    menjadikan suatu lokalisasi harus menjadi kan juga suatu solusi untuk waktu sekarang dan ke depannya sengga masyarkat tidak lagi mengalami hambatan yang sudah berkali-kali terulang seperti perekonomian pada saat bulan puasa sehingga ada suatu siasat.apratihata fakultas hukum unversitas wijaya kusuma surabaya

    October 15th, 2007 at 11:21 am

  3. Ronald Daniar

    Di negara ini belum ada suatu kepastian hukum yang kuat. Jika dibandingkan dengan negara maju, lokalisasi sudah memiliki hukum sendiri sehingga dikelola secara profesional. Mereka berusaha menjaga “kendali mutu” dengan salah satunya memeriksa kesehatan pekerjanya.

    Di Indonesia tidak hanya hukumnya yang belum berakar, tapi kesadaran masyarakatnya juga masih kurang. Lokalisasi sudah ada sejak negara ini belum dibangun. Akan lebih mudah jika lokalisasi tidak dipandang sebagai sesuatu yang terlarang dan tabu, melainkan sesuatu yang perlu diatur oleh hukum.

    October 16th, 2007 at 4:20 pm

  4. iken

    ya, kalo saya harus ditegakkan sebuah hukum yang jelas.

    kalo saya tanya, siapa yang paling tau ttg handphone?
    tentang tujuan penciptaanya, tentang operasional nya dll. yang pasti yang bikin kan ya? kalo kita beli handphone pasti ada buku pertunjuknya, ya kan? dari buku tsb kita jadi tau bagaimana semestinya hp berkerja dan berfungsi, kalo gak dipatuhi bakalan rusak. sama kaya manusua, kalo gak patuh dengan aturan Allah(baca : Syariah Islam) bakalan rusak.
    setiap perbuatan kita semestinya berdasarkan standard halal haram bukan standard manfaat. nah gitu deh kalo menganut standard manfaaat, banyak kekacauan dimana2.
    karena akal manusia itu terbatas dan penuh dengan banyak kepentingan

    October 20th, 2007 at 10:24 pm

  5. Cak Lo

    Menurut saya lambat laun pemerintah harus menutup tempat bordil itu, jangan mencari cari alasan dengan memberikan kemanfaatan adanya sumber kehidupan di lingkungan itu.Itu bukan manfaat, tapi mudlorrot dunia ahirat. Kalau pemerintah gak nutup tempat bordil ini berarti sama halnya melestarikan peninggalan Belanda.

    November 22nd, 2007 at 10:20 pm

  6. Laksono

    di daerah pacar kembang apa pasar kembang?

    November 23rd, 2007 at 1:34 pm

  7. Ronald Daniar

    Terima kasih atas koreksinya.Yang betul adalah pasar kembang.

    November 25th, 2007 at 7:03 am

  8. HENRY

    Menurut aku mungkkin lebih baik memang lokalisasi itu memang harus ada. unutuk meminimalisir dampak kekrasan seksual. Jadi ga selamanya psk itu merugikan.AMlaha ada juga yg lebih mahal di surabaya contohnya simponi, disana mereka menyediakan banyak cew dengan banyak pilihan dengan rate 450.000idr.

    November 25th, 2007 at 2:44 pm

  9. yoshua

    Semua keputusan pasti ada kosekwensinya, kl pun di tutp bagaimana nasib yang berkerja di sana, lha wong pemerintah sendiri ngak bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi banyak warganya. kalopun tidak di tutup harus ada aturan hukum yang harus di berlakukan dan juga aturan kesehatanya

    December 4th, 2007 at 1:34 pm

  10. andi bagus

    wadaw..ada pembahasan juga ttg gang dolly.kok gak yg baik2 aja y ?? tanya kenapa ??

    December 20th, 2007 at 10:54 am

  11. Ronald Daniar

    Kita tidak bisa menutup mata tentang situasi kota. Kalau urusan tata kota dan kemacetan menjadi bahan perbincangan, kenapa tidak dengan Gang Dolly? Bukannya ingin membuat perdebatan, tapi memberi tambahan wawasan tentang semua hal seputar kota Surabaya, baik yang buruk maupun yang baik.

    January 1st, 2008 at 7:22 am

  12. yudz

    gang dolly sebagai tempat yang berstigma negatif ato pusat zina paling gedhe se asia tenggara ato apalah bla..bla..bla…
    STOP!!!!think different donk…. Hey wake up!!
    kadang seorang koruptor pun, bagi anak2nya adalah seorang pujaan!!. teroris bagi mayoritas adalah pahlawan bagi minoritas…!!
    ini semua hanyalah masalah perspektif kita saja dalam melihat suatu masalah..,
    yang artinya segala masalah sangat perlu untuk difahami essensinya terlebih dahulu..objectiv and proporsional.
    ..selama ini kita hanya bisa bilang “akhh..najis”,. tau gk?secara gak sadar kita telah melakukan sesuatu yang gak bertanggung jawab bgt ketika kita udah bilang kata2 itu.
    see??!sadar gak??!!
    skrg coba fikir,.. siapa sih yang mau untuk hidup kyk gtu…
    so jgn pernah menghina ataupun menyindir. tapi singsingkan lengan baju and ulurkan tangan…
    biar Tuhan yang tentuin.

    January 9th, 2008 at 1:59 am

  13. roebijanto

    Masih ttg gang Dolly?kenapa komplek tersebut mesti menjadi debat yang ga berujung dan berpangkal.Harusnya kita semua melek!!prostitusi itu sudah seumur jagad ini.Harusnya kita ‘melestarikan’ daerah kebanggan arek-arek Suroboyo itu.Saya sebagai orang Surabaya asli gak merasa malu punya dolly!Mereka menampung ratusan TKW dan menghidupi komunitas disekitarnya.Coba bayangkan kalau tempat itu ditutup.Surabaya makin marak berkeliaran TKW2 tersebut menyerbu kepenjuru kota.Jadi teori gak ada penjual kalau pembeli gak ada memang tetap relevan sampai akhir jaman.Bravo!!!!

    January 16th, 2008 at 5:14 pm

  14. hyde

    eling bro
    sipilis
    aids
    klo hanya menginginkan kenikmatan sesaat tapi dosa sampai 80 tahun sadar bro

    January 21st, 2008 at 9:15 pm

  15. bambang sugianto cokroaminoto wonokusumo

    emang bagus dan perlu ada dolly karena untuk pembuangan penyakit kencing manis kalo ngga khan bisa sakit lalu pergi ke rumah sakit kan ada biaya lagi mendingan lngsung

    February 10th, 2008 at 11:11 am

  16. ray

    sipilis,HIV,AIDS itu memang membahayakan akan tetapi semua dpt di cegah dgn adanya sosialisasi…dan kesadaran masyarakatnya……

    February 15th, 2008 at 12:22 pm

  17. boy

    Kalo pengin musibah2 cepet datang… ya lestarikan aja tuh tempat. jangan lupa, kita ini punya nurani dan disitulah tempat bertanya …

    February 21st, 2008 at 10:28 am

  18. dazal

    saya kira lokalisasi dolly gak perlu di tutup,suapaya kekerasan seksual bisa di kurangi di indonesia khususnya di kota surabaya..yang palinhg penting bagaimana rencana pemerintah kota tuk menertipkannya suapaya penyakit yang paling ganas itu gak bnisa tertular oleh para Psk Dan lelaki hidung belang..dan juga saya kira gang dolly telah banyak memberi sumbangan kepada pemerintahan RI..!

    February 21st, 2008 at 12:12 pm

  19. defaka

    Dolly….????
    he3… merupakan pusat jual alat kelamin bekas!!!

    February 27th, 2008 at 6:03 pm

  20. azmi

    memang sih untuk menutup tempat semacam itu tidak mudah karena banyaknya konspirasi yang terselubung dari pihak aparat maupun pemerintah. klo mengenai apakah dolly harus ditutup apa tidak, jelasnya harus!! bukanya masalah moral dll saja yang tercemar tapi generasi2 yang tumbuh disitu juga kan tercemar dan itu terus berkembang dan bila moral sudah tercemar, wajar bila kriminalitas kian hari kian banyak, dan dengan semua tadi apakah tega sampeyan merelakan generasi2 sampeyan tercemar oleh kekotoran prostitusi gang dolly hanya demi pekerjaan yang menetap disana.

    March 6th, 2008 at 10:10 am

  21. paul alan

    welfare is our share concern and case, while morality is self case without hurts others.

    March 19th, 2008 at 12:31 pm

  22. yamani

    Secara ekonomi gang dolly sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya, tp secara moral sangat mempengaruhi psikologi anak - anak yang tinggal di sekitar tempat tersebut, kita hidup bukan hanya untuk didunia tapi kehidupan akhirat sangat perlu untuk diperhatikan. kenapa pihak yang berwenang tidak berani menutup tempat tersebut? ini perlu dipertanyakan… bangsa kita bangsa yang bermoral tapi kok.. yang merusak moral dibiarkan….

    March 24th, 2008 at 2:24 pm

  23. mays

    dolly..?
    o.. ya ya… ternyata ada berkahnya juga ya..? la ntu orang2 bisa mendapat penghasilan dari situ.. tapi yang ku pikirin, pa ntu uangnya halal..? sorry ku cuma nanya!

    March 24th, 2008 at 2:38 pm

  24. ahmadsutanto

    ati-ati aja tuh pemerintah pertanggung jawabannya di akhirat ini bukan masalah kecil ‘NERAKA’

    March 25th, 2008 at 12:40 pm

  25. gunandi

    komentar saya bahasa kasarnya tempat pelacuran emang sudah ada dari jaman rasul intinaya pemeritah bisa mensosialisasikan hal tersebut agar akan terjadi prostusi ”terselubunng”

    March 25th, 2008 at 12:46 pm

  26. nhala

    gang dolly harusnya d jadikan tmpat yang baik bkan sbg tmpat yang mmuaskan nafsu para lelaki hdng blang..ke adaan tempatny sngat buruk bgi perkembangan anak” yang tngggal dsana.hrusnya pemrintah bertindak tegas.

    March 29th, 2008 at 8:51 am

  27. hastomo gapuk

    ojo di tutup
    cok,i
    enak nyang kono cok
    kentu teruz
    awas mpe di tutup
    tak perkosa lowe ae

    March 30th, 2008 at 2:37 pm

  28. SteveN

    klo mnrutku jngn di tu2p
    coz
    ak mlez ONANI jd ke st ae
    klo mpe di tutup ak ONANI gmn??
    ap klo di tutup ak sama anjing ae
    hehehehe
    cok

    March 30th, 2008 at 2:44 pm

  29. FPI (Front Pembela doIly)

    Dolly sebagai tempat prostitusi dan juga ekonomi, sesuatu yang saling mendukung namun bertolak belakang, ekonomi untuk kemakmuran sedangkan dolly tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Dolly dibiarkan tetap ada, namun tidak dikembangkan ke wilayah lain yang tujuannya menampung WTS kelas 2 nya atau WTS yang sudah uzur, jadi Dolly tetap di Dolly saja.

    April 1st, 2008 at 12:10 pm

  30. agus

    dolly pengen banget ngrasain surga dunia yang melegenda

    April 6th, 2008 at 3:20 pm

  31. Berpikir Merdeka | Angelina Sondakh berjenggot? ….

    […] yang tau mafia selangkangan Tempatnya lendir-lendir berceceran Uang jutaan bisa dapat perawan Kacau balau … Kacau balau negaraku ini […]

    April 11th, 2008 at 3:56 pm

  32. andreas tok

    justru saya setuju dengan eksistensi dolly. malah, lebih baik dolly dilegalkan + ditax. mengapa?
    1. mengurangi angka kriminal (kekerasan seksual dan pemerkosaan)karena sex, menurut teori “hirarki kebutuhan dasar manusia” oleh Abraham Maslow adalah kebutuhan jasmani paling dasar. jadi jika tidak ada prostitusi, manusia akan berkecenderungan untuk memuaskan nafsu dgn paksa contohnya dgn memerkosa.
    2. membuka peluang kepada bisnis lain + membuka lapangan kerja (motel, hotel, warung, depot, loper koran, rokok, dll) sehingga GNI Indonesia dpt lebih ditingkatkan.
    3. dengan memajaki Dolly, pemda Sby lebih bisa memonitor pekerja sex termasuk para germo karena dengan dipajaki, mereka terdata dengan lengkap. Selain itu, secara otomatis pemda menanggulangi penyebaran penyakit sex menular karena pekerja sex yang terinfeksi bisa langsung dicopot ijinnya.
    4. dengan pajak, germo dan pekerja seks diposisikan sama dengan penduduk lain terutama yang punya profesi atau menjalankan bisnis. saat ini, germo dan pekerja seks lain mengantongi uangnya sendiri dan itu terkadang membuat “pebisnis” lain iri.
    3.

    April 25th, 2008 at 4:33 pm

  33. henry

    DOLLY,aku rasa dolly banyak membantu ekonomi masyarakat.aku rasa ga ada yg salah dengan dolly, Knpa dolly harus ditutup? D aripada banyak tumbuh genersaai mudaa doyan sex bebas dengan pacar yg berakibat kehamilan lebih baik dolly tetap ada.dalam satu titik pasti ada 2 problem yaitu positf atau negatif.

    April 29th, 2008 at 5:26 pm

  34. sayang_kamu

    ini akan menjadi salah satu bukti ketidakseriusan pemerintah. Lokalisasi di depan mata saja masih terpampang lebar dan sangat jelas…bahkan seluruh dunia tahu akan hal ini, kenapa harus repot-repot mengeluarkan undang-undang ite untuk dunia maya???
    Jangan-jangan semua aparat depkominfo ada kaitan eratnya sama dolly, sehingga dolly di biarkan meraja rela (di dunia nyata) sedangkan mereka berusaha mengalihkan perhatian masyarakat kepada pornografi dunia maya…
    Mereka tuh gak pernah pake otak…
    urus saja yang nyata…kalau urusan maya ma nanti aja…

    Pemerintah, LOe kalau baja tulisan ini (khususnya depkominfo beserta pimpinannya) loe itu goblok, gak bisa bedakan dunia maya dan nyata..bahkan loe sendiri gak bisa bedakan mana dunia it dan mana dunia kenikmata….

    April 30th, 2008 at 1:04 am

  35. joel

    jgn ditutup dulu krn sy blm berkunjung kesana he he he he

    May 8th, 2008 at 3:18 pm

  36. nheena

    dolly??? wow…. bisa dibilang keren bisa dibilang brengsek!! bayangkan kalau semua laki2 kesana ? kita yg dirumah ama sapa? enakan mereka donk!!! kita kan jg perempuan !!

    May 11th, 2008 at 12:38 pm

  37. waluyo

    Di kelola yang baik, biar tambah asyik….
    isi dunia kan ada yang baik dan jelek, yang baik belum tentu lebih baik dari yang jelek, bahkan kadang yang jelek itu lebih baik dari yang menrasa baik…..
    pikirkan….dalam2 kata2 ini.

    May 15th, 2008 at 10:55 am

  38. uuk

    semua itu dari pribadi masing-masing gak ada gang dolly sama adanya gang dolly gak akan merubah orang yang mau melakukan maksiat, cuma kalau di gang dolly kan tempatnya terang-terangan.
    semoga crew gang dolly semakin ayem di neraka!!!

    May 15th, 2008 at 6:45 pm

  39. rivay

    Pemerintah perlu mendata berapa jumlah penghuninya setelah itu dibuatkan perda khusus tentang dolly,agar supaya tdk ada lagi penambahan jumlah psk.Oleh sebab itu harus ada kontrol dari masyarakat sebagai penyeimbang. Misalkan ada lokasi lain yang jauh dari pemukiman dolly bisa direlokasi, jangan ditutup.

    May 16th, 2008 at 1:56 pm

  40. Bruur

    Ehm . . .
    sebelum berbicara Dolly yang gak ada abisnya, mang dah pada tau sejarahnya Dolly itu sendiri . .?
    Gw gak yakin pada tau persis . .
    Masalah kena Penyakit Kelamin . .. heheh . . bro we are not living on the edge ok . . so .. ?
    Gak cuma sama PSK kok berpeluang untk terjangkit penyakit ” itu ” yang kata banyak orang penyakit nista.
    Terus masalah datangnya musibah . .? Bro umurnya Gg Dolly dah berape puluh taon . .? Bahkan untk orang yang pertama ke SBY aja pasti nanyanya Dolly duluan bukannya yang lain .. gak usah munafik lah . . emang mereka ( laki-laki yang datang ke SBY ) bakal nanya Sutos . .? TP . .? kagak coy . . nanyanya pasti ” Anterin ke dolly dong, pengen liat gw ”
    Dan gw setuju kok bahwa sex crime itu bisa di cegah dengan adanya lokalisasi. Kita ambil contoh Thailand, Singapore,dan beberapa negara di Eropa juga seperti itu kok. . . ini FAKTA.
    Terus generasi yang tercemar . .? Gw rasa nggak yah semuanya tergantung dari pribadi masing masing ..
    tercemaran mana sama ” Buntingin anak orang ?”
    Malunya seabad-abad . . lah kalo ke Dolly . .? paling orang nyengir doang . .
    Alat kelamin bekas . . .? hehehe . . jangan menghujat seperti itu bro . .
    gak baek ngebuka luka orang tapi kalo di buka luka sendiri gak suka . . heheh no offense yah bro . .

    May 17th, 2008 at 3:32 am

  41. karyo

    jadi manusia itu jangfan munafik coi ,didunia ini sudah digariskan ad baik pasti ad jelek,jadi gak perlu ad perusakan pengsiran psk,tinggal gimana kita mo baik ya jauhi hal yg gak baik,gitu aja kok repot

    June 16th, 2008 at 6:36 pm

  42. icha

    kq pemerinta mendukung kemaksiatan???

    klw aq yg jd pemimpn negara aq bkal hancurkan ang doly

    June 17th, 2008 at 6:33 pm

  43. Dyka

    kalau ada Psk yang mau mengundurkan diri bgaimana???

    apakah di gang dolly memperbolehkan psk nya mengundurkan diri atas keinginannya pribadi???

    June 19th, 2008 at 2:59 pm

  44. citra Dara

    gang dolly?oks bgt.. so if u want to find girl..dolly is solution.. menurutku dolly merupakan cerminan dari masyarakat yang sakit..saya rasa keberadaan gang dolly bukan masalah besar.. so about moral nanti dulu yaks..kita lihat saja pemerintah yang ‘geblek’ itu yang lebih rela negeri Indonesia dipenuhin ma koruptor ketimbang para pelacur..berantas dulu lah koruptor n bercermin diri dulu baru ngurusin Dolly..eeeeeeeeeemmmmmmhhh dolly never die.

    June 25th, 2008 at 5:47 am

  45. mahasiswa sosiologi unair

    yang jelas jangan menjadi juri dalam sebuah kehidupan !!!

    jadilah pengamat dan pemerhati dari sebuah realita kehidupan Dolly..

    kalo hanya PSK nya yang selalu disalahkan,kenapa tidak hidung belangnya pula yang disalahkan ?
    tanyakan pada diri masing masing kenapa juga pemerintah tidak membasmi dan melarang adanya kehadiran Dolly..

    semua tergantung dari kesadaran masing masing…
    jangan pernah sekali kali mengatakan bahwa Dolly adalah hal yang haram bagi agama..

    ingat !! semua bila disangkut pautkan dengan agama makan akan “berhenti total”
    maksudnya begini…jelas kalo agama akan membuat semua kita di dunia ini akan menjadi orang yang berdosa.

    perhatikan pula semua pekerjaan yang ada di dunia dengan menggandengkan agama !!!

    tahu artis ?

    artis selalu membuka aurat demi kepopuleran diri masing masing,mulai dari paha putihnya sampai belahan buah dadanya “TOKET”…apakah kita bisa melarangnya dengan segera karena bagi agama itu adalah haram ??

    sia sia !! saya yakin sia sia saja

    intinya jangan pernah membawa agama dengan suatu pekerjaan..

    pandangalah dengan Sosial,Filsafat,Ekonomi,Kesehatan dll yang bisa kita ambil kesimpulan yang benar dari semua itu..

    sekarang tak usah lah mempermasalahkan semua itu…mari permasalahkan bagaimana negara ini tetap menjadi negara yang makmur…dan menjadi tempat indah bagi kita semua..

    biarlah keharmonisan melekat pada diri kita masing masing…

    belajar untuk memahami bukan untuk menjadi pengeksekusi !!

    buat yang punya blog…maaph ya comment nya terlalu banyak…salut ma kamu…

    thanks…sorri kalo ada kata kata yang salah dan kurang……maaph banget..

    SALAM
    SOSIOLOGI UNAIR

    July 21st, 2008 at 1:07 pm

  46. M. Kasful

    kadang kala di sebuah pakaian terdapat banyak noda, dan juga banyak macamnya deterjen seperti rinso, soklin pewarna(agar warna pakaian cerah), bayclin(lebih putih mengkilap), dsb. so tinggal pilih aja(yang penting pakai otak)

    July 27th, 2008 at 8:53 pm

  47. faiqul

    ya atau tidak………………………..itu yang harus kita pilih!!!!!!!!!!

    July 27th, 2008 at 8:57 pm

  48. Bedjoz

    Mnurut aq dg adnya G dolly tu.Akn Menambah klengkapan kota,,,n ga prlu d ttup…

    July 30th, 2008 at 9:34 am

  49. Handoko

    LARANGAN?
    Melarang sesuatu yang baru tumbuh saja tidak mudah seperti komplex Moro Seneng, apalagi melarang suatu komplex PSK dengan 8oo rumah dgn 8000 karyawannya yang sudah exist jauh sebelum RI lahir tentu akan jauh lebih sukar lagi. Kami menulis komentar ini seolah-olah bahwa pemerintah “belum tahu” atau “kurang tahu” atau seolah-olah itu adalah “komplex yang baru muncul”.
    Kalau sudah tidak mungkin dilarang maka kemungkinan pembatasannya adalah:
    1) Jangan mengijinkan komplex baru
    2) jangan mengijinkan daerah-2 baru tempat PSK menjajakan diri
    3) Service dan pelayanan kesehatan bagi para PSK
    4) Kontrol kesehatan kepada setiap pengunjung
    Peraturan-2 ini dirumuskan dalam ketetapan undang-2 dengan disertai tindakan-2 tegas thd pelanggaran.
    Sekian komentar saya dan terimakasih.

    August 5th, 2008 at 4:49 pm

  50. didik

    tolong di perbaiki dolly itu

    August 10th, 2008 at 2:50 am

  51. arief bond

    emh gimana uei disitu harus ada perda yang mengatur tentang kewjibaN dan hak

    masak anak kecil aja bisa jalan jalan disitu sech…..

    tanya apa donk

    yang salah sapa dong

    hal itu loh da kayak biasa aja dech..

    wah gimana nech…..

    August 14th, 2008 at 11:27 am

  52. Redfeeds

    Sudah hampir setahun artikel ini ditulis. Komentar yang masuk juga sangatlah beragam dan inilah hidup dalam masyarakat, pasti ada yang pro dan kontra, ada yang mendukung ada yang menghujat. Bagaimanapun juga, semuanya itu diatur oleh perundangan pemerintah kota. Jadi keberadaan Gang Dolly juga adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah kota.

    Namun, jika kita berada dalam posisi pemerintah kota, saya rasa kita juga akan mengalami kesulitan dalam mengambil tindakan karena opini masyarakat yang sudah pro kontra karena Gang Dolly ini sudah terlanjur “dibiarkan” berpuluh-puluh tahun.

    Menjelang perayaan kemerdekaan RI ini, mari kita fokuskan untuk membuat semuanya lebih baik lagi, tanpa mencerca dan beromong kosong, melainkan membuat tindakan nyata yang memajukan bangsa, khususnya warga kota Surabaya.

    Kolom komentar ini masih terbuka bagi siapapun yang ingin memberi masukan, pendapat, dan lain sebagainya dengan mengingat bahwa pendapat orang lain mungkin bisa jadi adalah benar.

    August 15th, 2008 at 8:08 am

  53. paran

    Dolie…gw mahasiswa baru di Surabaya asal Medan yang pertama kali menginjak Surabuaya, merasa tertegun dengan dolly yang katanya terbesar..Intinya dolly punya sesuatu + dan -. Dan sekarang yang patut kita usahakan adalah bagaimana mengoptimalkan + bukan -.

    yang pasti kita ga boleh menolak tempat ini.analoginya adalah perbandingan cewek dan co di Indonesia. Kan kcian tuh ce yang ga dapat pasangan. KOg cuantik ??? lagi apes kali…

    August 17th, 2008 at 7:25 pm

  54. Pak, anterin ke Puncak (Dolly)! « Shake Our Hand & Says Unity!

    […] “Contohnya, kalau ada penumpang yang bilang, ’Anterin ke Puncak’ berarti saya harus tancap gas ke Gang Dolly,” kelakarnya. Yang belum tahu infonya Dolly ada di sini. […]

    August 23rd, 2008 at 5:12 am

  55. stephanie

    kalo menurut aku, gang dolly ad juga gpp..
    cuman??
    apa kita pernah berpikir?bahwa para perempan yang kerja di situ juga pastinya ga pengen kerja kayak gitu!!
    mereka kayak gitu cuman karna terpaksa!!

    indonesia sudah merdeka, tp kok perempuannya ga merdeka sih?
    apalagi, yg kelolah itu tante dolly orang belanda?
    belanda pernah menjajah indonesia khan?
    kalo kayak gini= perempuan2 indonesia dijajah sama tante dolly!!
    ia ga?

    August 30th, 2008 at 9:56 am

  56. mustseno

    dollly…apaan tu..gitu aja kok repot
    biarin aja lah….kalo semua maunya baek..siapa yg jelek…
    Tuhan udah ciptain tu berpasangan..ada siang ada malam, ada hitam ada putih….
    sebagian dr anda ( yg merasa munafik) pernahkah anda tahu derita dibalik pekerjaan mereka…apa yg melatar belakanginya,….sementara sikap pemerintah bagaimana? ntar sambung lg dehhhh

    September 8th, 2008 at 10:40 am

  57. mustseno

    kata guru ngajiku…dolly berasal dr bahasa arab “dolin” (kalo ejaannya salah tolong dioreksi yaa)….yang artinya “tersesat”

    September 8th, 2008 at 10:43 am

  58. dimas

    kenopo yo,nang dolly gk ada pelacur cewek cakep yg seumuran 12-14 tahun

    September 8th, 2008 at 1:10 pm

  59. Arek wisma Barbara

    KONTOL LOE SEMUA….!!!!
    Kaya yg tau doli aja.

    Doli = Dolanan Peli [mainan peler]

    October 6th, 2008 at 12:02 am

  60. dewa

    Kalo mau kena aids ya ke dilly aja… pengen cepat mati ke HIV ya ke dolly aja… pengen masuk neraka ya ke dolly aja… insyaf wahai manusia… kiamat sudah dekat…

    October 8th, 2008 at 10:01 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)