You're here: My City Blogging » Surabaya » Article: Memilih Taksi Aman dan Nyaman di Surabaya
Meskipun punya kendaraan sendiri namun kadang-kadang saya perlu menggunakan layanan taksi juga. Misalnya, saat kendaraan masuk bengkel atau berangkat ke bandara dalam rangka terbang ke luar kota. Tentunya saya tidak sembarangan memilih taksi. Apa kriterianya? Mengingat tarif taksi di Surabaya pada umumnya sama, maka dua faktor utama tentunya adalah keamanan dan kenyamanan. Meskipun sudah punya patokan, tetap saja saya beberapa kali sempat mendapat pengalaman kurang baik saat salah pilih taksi di Surabaya.
Dulu pilihan taksi di Surabaya yang menurut saya tergolong aman dan cukup nyaman adalah Taksi Zebra dan Taksi Silver. Seiring dengan waktu, masuklah taksi dari Grup Blue Bird ke Surabaya dengan nama Surabaya Taksi. Selain terbilang aman, perusahaan taksi ini datang dengan armada yang tergolong baru dan nyaman meskipun waktu itu seingat saya masih menggunakan mobil Timor.
Sementara Taksi Zebra dan Taksi Silver sepertinya kurang siap menghadapi pesaing baru itu. Armada yang digunakan rata-rata terlihat usianya sudah tua, tidak diganti dengan mobil baru. Bahkan beberapa hari lalu ketika terpaksa harus menggunakan kedua taksi itu (dalam hari yang berbeda), saya merasa tidak nyaman dengan kondisi mobil yang terlihat kurang mendapat perawatan. Meskipun begitu, kelihatannya soal keamanan masih bisa dipercaya.
Sejak hadir di Surabaya, saya pun mulai beralih menggunakan Surabaya Taksi jika memerlukan taksi. Apalagi mobil yang digunakan cukup sering berganti dengan yang lebih baru. Dari Timor berganti Toyota Soluna, kemudian terakhir mulai menggunakan Toyota Vios eh Toyota Limo. Sopirnya juga cukup ramah, meskipun ada satu dua yang saat diajak ngobrol sedikit saja eh malah balik curhat habis-habisan hingga saya harus menjadi pendengar yang baik. Sampai bete saya. Busyet dah!
Untunglah beberapa waktu belakangan ini saya punya pilihan tambahan untuk urusan taksi. Namanya, O-renz Taxi. Nama taksi yang satu ini langsung melejit di kalangan pemakai taksi di Surabaya mengingat ada nama perusahaan terkenal yang berada di belakangnya. Yaitu, PT. Trac Astra Rent a Car. Apalagi jenis mobil yang digunakan juga Toyota Vi.. ups Toyota Limo :) Jadi, setidaknya untuk urusan aman dan nyaman mudah ‘dipegang’. Dan untunglah hingga saat ini saya belum ada keluhan soal itu.
Bagaimana dengan pengalaman Anda?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 19 komentar untuk artikel ini.
Ronald Daniar
Saya selalu memakai taksi Blue Bird. Aman, kendaraan terawat dan ramah. Pernah suatu waktu saya pulang dari bandara lalu bannya pecah. Akan tetapi sopir sudah terlatih untuk mengganti bannya dengan sangat cepat sehingga saya tidak perlu menunggu lama di jalan tol.
Saya juga diberitahu teman-teman untuk menggunakan jasa taksi atau limo Blue Bird ketika berada di Jakarta. Alasannya adalah aman dan terpercaya, terutama untuk urusan argo.
December 20th, 2007 at 10:07 am
Thomas Arie
Waktu kemarin ke Surabaya, dari Stasiun Gubeng, saya sempat bingung soal taksi ini. Taksi yang di dalam stasiun kok kayaknya “meragukan”.
Akhirnya saya keluar stasiun, dan disitu saya liat ada Blue Bird. Akhirnya pilih itu deh… Hehehe…
Tapi,ketika saya bilang tujuannya ke SMA St. Louis, supir taksinya nggak ngerti. Entah ini karena tujuan merupakan daerah yang “kurang dikenal”, atau apa…
Oh ya, bagaimana dengan Taksi Oranye(?).
December 24th, 2007 at 8:44 pm
Benny Chandra
Thomas, mungkin kamu menyebutnya “St. Louis” bukan “Sin Lui”. SMU St Louis lebih dikenal dgn sebutan “Sin Lui”… :)
Taksi Oranye? Mungkin maksudmu O-renz Taxi? :)
December 29th, 2007 at 5:10 pm
devie
soal Orenz, kalo liat iklannya ngindikasikan kalo tuh taksi milik Astra Group. tapi kemarin waktu ngobrol2 ma supir taksi, tuh supir bilang kalo Orenz itu punya perseorangan yang numpang nama Astra.
kronologisnya, Blue Bird order Limo ke Astra, karena suatu hal order itu dibatalkan, padahal Astra dah terlanjur nyiapin ratusan unit. akhirnya Limo Limo itu dipakai taksi oleh seorang pengusaha dengan make ijin trayek taksi yang dah “tewas” plus nebeng nama Astra.
itu katanya seh. tapi kalo diliat liat, Orenz kurang ngiklan lagi sekarang, ndak kayak dulu, dan armadanya ndak nambah2 kayaknya. :D
*)ndak semua supir Taksi tahu jalan2 SBY, palagi kalo ketemu supir baru, alamat kit ayang jadi penunjuk jalan. :))
CMIIW
January 4th, 2008 at 1:52 pm
Indie
Orenz beneran punya astra kok :) Jadi Orenz tuh anak perusahaan dari PT. Serasi Autoraya yang anak perusahaannya Astra International. Jadi masih masuk grup Astra.
Armadanya sih emang ga nambah2 [sekitar 330an] soalnya ijin taksi baru ga dikeluarin lagi sama pemerintah [armada taxi udah banyak kali ya], jd musti beli ijin taksi yang udah “tewas”
nih, artikelnya:
http://www.swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3379
Iin
Astra Int’l
January 8th, 2008 at 10:06 am
ORENZ Taksi, klarifikasi « sekedar kata
[…] hari yang lalu ada email masuk, beliau yang nulis itu bermaksud mengklarifikasi komentar saya disini. berikut isi emailnya: From: Erawan […]
February 5th, 2008 at 11:17 am
yohanes
Mohon bantuannya… saya mahasiswa DKV Petra semester 6 dapet tugas untuk repositioning produk dan kebetulan produk yg terpilih adalah “TAKSI”. dan produk seperti ORENZ dan BLUEBIRD tidak diijinkan karena sudah cukup baik brand positioning’nya. dgn kata lain yang diijinkan adalah yang punya brand kuat di masa lalu… mohon masukannya… taksi apa ya kira2?
ZEBRA masih ada ga?
February 28th, 2008 at 9:41 am
Ben
@yohanes: Zebra? Masih ada.
March 6th, 2008 at 11:45 pm
BMS
taksi tu apaan si?…sejenis makanan khas surabaya ya……
ngak pernah liat si……..maklum
he…he…(becanda bos)
March 9th, 2008 at 11:44 am
Gimo Nan Jayajaya
Walah bicara masalah taxi orenz, sekarang sopirnya kurang ajar, nurunkan pelanggan dijalanan apalagi sopir keturanan china yang cewek tuh, gayanya kayak yang punya jalan aja, apalagi manajemennya ada pihak yang gak bertanggungjawab ketika taxinya tabrakan or kecelakaan dijalanan. Lihat aja dekade 2008 pelangganmu akan surut hingga 60%, pada tahun 2009 menurun lagi jadi 80% dan siaplah menjelang kehancuranmu wahai taxi orenz.
Lha wong orang-orang dalamnya ex operasional taxi zebra yang dulunya orang-orang berdedikasi petualang aja.
April 4th, 2008 at 2:13 pm
anne
Mohon diperhatikan utk para jajaran manajemen orenz taksi. Saya pengguna setia orenz taksi dan saya selalu puas dg layanan orenz taksi. Hanya saja pada tgl 1 Mei 2008 pukul 09.00 wib saya terlibat percekcokan dg pengemudi orenz taksi yg wkt itu menjemput saya. Si ‘driver’ tersebut ngomel dg mengatakan bahwa dia sudah menunggu lama, padahal saya baru dikonfirmasi oleh pihak orenz taksi tdk lebih dari 1 menit dan saya lgs keluar dr rumah. Saya sering menggunakan jasa antar jemput, baik travel ataupun taksi,tp saya tdk pnh mengalami kejadian spt ini. Bukannya menyambut pelanggan dg senyum ataupun salam, eh…kok malah nyemprot pelanggan dg nada bicara yg tdk enak dan…parahnya lagi ‘driver’ tersebut mengatakan akan mendatangi saya (dg nada mengancam), tp stlh saya tunggu drmh dia tdk datang juga. Yang saya acungi jempol utk layanan taksi terbaik adalah bluebird, apalagi ada sanksi yg tegas dr manajemen bluebird apabila ada yg berperilaku tidak sopan terhadap pelanggan. Bagaimana dg manajemen orenz taksi???
Utk Informasi nmr lambung, nama dan NRP driver ada pada saya. Mungkinkah dr pihak orenz taksi akan menindak-lanjuti masalah ini atau dibiarkan saja??? mana pertanggung-jawaban orenz taksi atas motto “MELAYANI DG HATI…?????” Saya yakin seandainya saja ada 10 driver semacam itu’ jangan harap image yg sdh terbangun baik akan tetap eksis di kota manapun, apalagi kalo sampai pelanggan mem’black-list’.
May 1st, 2008 at 5:38 pm
didik suwanto
sebenarnya, kalo bicara taksi yang baik sangat relatif sekali. semua tergantung pengemudinya, di blue bird yang brengsek juga ada, di orenz yang gak bener juga ada. Tergantung penumpang aja. Tips yang mujarab adalah kita tau sedikit aturan pertaksian diantaranya : tarif minimal 10ribu (hanya untuk order via phone), tau jalan dan catat nomor lambung dari taksi ybs, kalo ada yang kurang berkenan komplain aja ke management taksinya, kalo gak direspon tulis aja ke surat pembaca di harian surat kabar. Sekedar info seluruh taksi paling takut yang namanya publikasi negatif di surat kabar.
June 3rd, 2008 at 6:40 pm
didik suwanto
saya akan coba ikut mengomentari diskusi disini, saya adalah salah satu pengemudi di orenz taksi. Kalo bicara taksi yang aman, baik dan terpercaya sebenarnya 70% adalah dari pengemudinya dan 30% aturan yang dibuat dari perusahaan. Karena pengemudi taksi disurabaya orangnya adalah tetap itu-itu saja, berpetualang dari taksi ke taksi. Saya adalah salah satu contohnya dari taksi metro ke taksi blue bird terus ke taksi bosowa terus ke taksi silver sekarang ke taksi o-renz. Ketika perusahaan yang diikutinya sudah tidak sesuai dng harap pengemudi maka biasanya mereka akan cari taksi lain yang dianggap lebih menjanjikan. Perlu diingat pengemudi taksi adalah “mitra” bukan karyawan. Sudah barang tentu loyalitas dan dedikasi mereka hanya sebatas kepentingannya terpenuhi (financial). Saran saya jika anda pengguna taksi mengalami masalah yang kurang berkenan, jangan takut untuk komplain ke management taksi ybs, jika gak direspon anda tulis aja pengalaman anda ke surat pembaca di surat kabar, kalo anda didatangi oleh pengemudi dng ancaman laporkan saja ke polisi (karena ini sudah kriminal). Sekedar info, seluruh perusahaan taksi tidak pernah mengajarkan hal yang jelek ke pengemudinya, jika itu terjadi saya yakin management taksi ybs pasti bertindak tegas.
June 3rd, 2008 at 7:03 pm
muji
Wah seruh juga nih diskusi soal Taxi..tapi koq saya tertarik dg komentar pak Didik (pengemudi Taxi orenz)tapi saya lebih tertarik lagi dg personnya. dalam Benak saya pengemudi taxi orenz ini cukup profesional dan berwawasan luas. dalam hati saya mengatakan :”pengemudinya saja seperti ini..pasti menagement Orenz juga jauh lebih profesional..”
July 11th, 2008 at 10:01 pm
budi hermanto
saya sependapat dengan mas muji menanggapi komentar mas didik, kayaknya yang kita percaya adalah pengemudinya bukan perusahaannya, karena semua perusahaan sama (aturannya pasti pro penumpang), tapi realisasinya semua tergantung sopirnya. Bravo buat mas didik, saya gak nyangka kalo ada sopir yang berwawasan luas seperti anda. Kapan ya bisa ketemu, tolong donk PT. Orenz Taksi, saya pingin tau tlp-nya mas didik, kok jadi penasaran……
September 3rd, 2008 at 8:19 am
siti hamidah
taksi kadang kalo dapet sopir yang baik emang enak, tapi kalo dapet sopir yang brengsek bisa MENJENGKELKAN SETENGAH MATI!!!! setuju kalo sopir taksi itu orangnya itu-itu saja, berpetualang dari satu taksi ke taksi lain. Saya pernah naik taksi zebra yang sopirnya kurang ajar, saya sampe sumpahin gak bakalan naik zebra lagi…. eee.. ternyata beberapa bulan kemudian saya naik taksi orenz ternyata sopir zebra yang kurang ajar ketemu lagi di taksi orenz, memang benar kata pak didik… semua tergantung sopirnya… setuju…
November 3rd, 2008 at 9:27 pm
muji
buat mbak Siti Hamidah, Sopir yg kurang ajar di Zebra tadi masih kurang ajar gak setelah pindah di Orenz?
November 10th, 2008 at 11:56 am
JOKO
Rasanya saya kenal dengan mas didik…bener dia itu petualang di taksi atau dengan kata lain cuma coba - coba ( untuk melanggar aturan di beri sangsi nggak kalau kena sangsi yah..sudah pindah lagi )seperti katanya dedikasi dan loyalitas sebatas kepentingannya terpenuhi , tapi sarannya benar …… masih betah di orenz dik ? atau udah capek berpetualang …………
December 6th, 2008 at 10:41 pm
iwan reseptionis orenz
menurut saya sebagai operator orenz saya melihat driver orenz sebagian besar ex taksi lain d karena kan ex corporation taksi tsb kurang memiliki jiwa yang menghargai kepada driver serta kepada penumpang harap sabar untuk menunggu karena surabaya adalah kota metropolis jd jalanan gak mungkin sepi dan sering macet apalagi hujan
July 9th, 2009 at 9:19 pm