You're here: My City Blogging » Surabaya » Article: Maling Laptop KO Dilempar Sebungkus Ta’Jil
Ternyata sebungkus Ta’jil cukup ampuh menghajar maling laptop hingga KO. Seperti diberitakan Harian Surya Online, Insiden menggelikan ini terjadi ketika dua pemuda mencuri laptop yang ditinggal di mobil oleh pemiliknya, seorang mahasiswi ITS. Kanitreskrim Polsek Sukolilo Iptu Saifudin, kedua tersangka adalah Memed alias Hamid, 21 dan Heri Arifin, 24. “Berdasarkan KTP keduanya berasal dari Lampung. Mereka ngaku baru tiba Surabaya dua hari sebelum kejadian,” ujar Iptu Saifudin, Kamis (11/9).
Kedua tersangka beraksi di parkiran mobil kampus Fakultas Teknik Lingkungan ITS, Senin (8/9). Mereka mencuri laptop Acer Aspire 5050 milik Feiza Amalia, 21, mahasiswi semester 7 fakultas itu, dari dalam Toyota Starlet milik temannya. Sebelumnya, mereka memecah kaca kanan belakang mobil merah marun itu. Saat bersamaan, Feiza kembali dari belanja takjil di sekitar bundaran ITS, 100 meter dari tempat mobil itu diparkir. Dari jauh Feiza melihat dua tersangka di dekat mobil itu. Semula Feiza tidak curiga. Saat sudah dekat, ia kaget karena melihat laptopnya sudah dipegang salah satu tersangka.
Sontak, Feiza meneriaki kedua tersangka. Memed, yang mengendarai sepeda motor panik.Dia lalu berusaha menabrak Feiza. Beruntung gadis itu sempat menghindar. Bahkan dengan gerak reflek, gadis berkerudung ini melemparkan takjil minuman dingin yang baru dibelinya ke arah Memed.
Pyok! Lemparan Feiza mendarat tepat di wajah Memed. “Mungkin karena mata Memed terciprat takjilnya Feiza, sepeda motor Suzuki Satria yang dikendarainya oleng. Mereka lalu jatuh setelah terganjal polisi tidur di dekat gerbang ITS,” terang Iptu Saifudin.
Kedua tersangka tersungkur. Memed yang memegang kendali sepeda motor cepat berdiri lagi lalu kabur ke perkampungan Gebang. Namun apes bagi Heri yang tak sempat lari. Dalam sekejap, puluhan orang yang semula belanja takjil di bundaran ITS mengeroyoknya. Pelipis kiri pria berbadan penuh tato ini bengkak dan berdarah.
Memed pun tak bisa lari jauh. Polisi menangkapnya di kawasan Gebang. “Dia beruntung ditangkap petugas, sehingga tidak sampai babak belur,” tambah Saifuddin sambil geleng-geleng kepala. Meski mereka dikenai sangkaan pencurian dengan pemberatan, Iptu Saifudin menduga kedua orang itu pencuri kelas kakap. “Karena kami menemukan kunci T di kantong Memed,” tutur Iptu Saifudin.
Namun kedua tersangka yang tidak bisa berbahasa Jawa ini membantah pernah terlibat aksi kejahatan sebelumnya. “Saya tidak tahu, baru kali ini mencuri,” ujar Memed saat ditanya berapa menit yang ia butuhkan untuk mencuri sepeda motor.
Saifudin juga tidak percaya begitu saja dengan pengakuan kedua tersangka yang baru dua hari berada di Surabaya. Menurutnya, tidak mungkin hanya dua hari di Surabaya mereka sudah tahu bahwa ITS merupakan ‘lahan basah’ para penjahat
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.