You're here: My City Blogging » Surabaya » Article: Peringatan HUT TNI ke 63 Berlangsung Meriah
Sungguh meriah pelaksanaan peringatan HUT TNI ke 63 yang dilaksanakan kemarin, Selasa (14/10) bertempat di Dermaga Ujung Madura, Markas Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur. Seperti diberitakan oleh Kompas Online, sebanyak 5.554 prajurit mengikuti upacara peringatan hari jadi ke-63 TNI. Selain itu, 3.698 personil prajurit akan mendemonstasikan kebolehan tentara.Upacara peringatan dengan inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dimulai pukul 09.00. Komandan upacara adalah Panglima KOSTRAD Letjen TNI George Toisutta. Upacara peringatan ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Susanto, serta pimpinan TNI lainnya.
Dalam peringatan hari jadi TNI ini, akan digelar parade pasukan yang terdiri atas lebih dari 5.000 prajurit dan material tempur seperti tank Scorpion Kostrad, APJ modifikasi, Tank 76 modifikasi, BTR 50 P modifikasi, dan tank AMX.
Pada demontrasi seusai parade, sebanyak 54 pesawat tempur, angkut, intai maritim dan helikopter berbagai jenis akan bermanuver di udara Surabaya. Di laut, sebanyak 16 kapal perang akan melaksanakan Sailing Pass serta 270 perenang tempur TNI menyeberangi Selat Madura. Karenanya, pada puncak peringatan hari jadi TNI, jalur penyeberangan Ujung, Surabaya-Kamal, Madura ditutup selama pukul 8.00 sampai 11.00.
Dalam amanatnya, seperti dikutip dari situs resminya, Presiden SBY mengamanatkan, Selama satu dasawarsa ini, reformasi internal TNI telah berlangsung dengan baik. Karena itu reformasi TNI tidak boleh berhenti dan harus terus dilanjutkan.
“Namun harus disadari, bahwa proses transformasi secara utuh tentu memerlukan waktu. Karena itu, dukungan dan pengertian semua pihak tetap diperlukan agar reformasi TNI dapat mencapai tujuan sebagaimana yang kita kehendaki bersama,” ujar Presiden SBY.
Dinamika dan perjuangan pasat surut peran TNI, lanjut SBY, telah makin mendewasakan TNI dalam bersikap dan bertindak untuk menegakkan intergritas NKRI. ”Tahun ini sesungguhnya merupakan tahun yang sangat penting bagi kesinambungan peran dan tugas TNI di masa depan. Karena pada tahun ini genap 10 tahun reformasi dalam tubuh TNI,” kata Presiden SBY.
Sebagai bagian dalam komponen utama pertahanan negara, TNI telah mencanangkan peradigma baru dan melaksanakan reformasi internalnya. Reformasi itu, antara lain, telah mengembalikan peran utama TNI sebagai pengawal kedaulatan negara. “TNI tidak lagi terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik praktis, TNI tidak lagi terjun dalam aktivitas lain di luar bidang pertahanan. Transformasi seperti ini sangat penting agar TNI dapat semakin efektif dan profesional dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan NKRI,” Presiden SBY menjelaskan.
Menurut Presiden SBY, NKRI yang sangat luas dengan posisi geografis yang amat strategis tentu memerlukan sistem pertahanan yang tangguh. Sistem pertahanan yang didukung tentara yang kuat dan professional sehingga memancarkan daya tangkal yang tinggi. “Tentara yang ditakuti lawan, disegani kawan, dan dicintai rakyat. Tentara yang berada di garda terdepan dalam mempertahankan setiap jengkal tanah di negeri tercinta ini,” kata Presiden.
Selamat Ulang Tahun ke 63, TNI! Jayalah Selalu!
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.