You're here: My City Blogging » Surabaya » Article: 3.000 Polisi Akan Mengamankan Pilgub Jatim Putaran Ketiga
Sekitar 3000 Polisi akan diterjunkan di daerah Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan untuk mengamankan jalannya Pilgub Jatim putaran III. Demikian dikatakan Brigjen Pol Sugiono kepada wartawan di Surabaya, Selasa (23/12), seperti dikutip dari Suara Merdeka Online. Kondisi pasukan polisi sebanyak itu dalam posisi stand by.
Mereka setiap saat siap digerakkan ke Madura untuk mengamankan jalannya penghitungan ulang di Pamekasan dan pencoblosan ulang di Bangkalan dan Sampang.
Berdasar putusan KPU Pusat, penghitungan ulang di Pemakasan bakal digelar pada 28 Desember 2008. Sedangkan pencoblosan ulang di Bangkalan dan Sampang dihelat pada 21 Januari 2009.
Uniknya, sampai sekarang belum ada kepastian mengenai kapan kucuran anggaran untuk menggelar penghitungan suara ulang dan coblosan ulang tersebut. Secara keseluruhan nilai anggaran yang dibutuhkan untuk menggelar Pilgub putaran III sebesar Rp 14,5 miliar. Jumlah polisi sebanyak 3.000 personil itu hanya dari Polda Jatim.
“Pengamanan Pilgub putaran III di Madura sudah siap. Kita menyiapkan sebanyak 3.000 pasukan,” tegas Sugiono.
Dia menambahkan, polisi yang ditugaskan ke Madura telah dibekali dengan berbagai keterampilan dalam membubarkan massa dan mengatasi keadaan konflik. Sugiono menyatakan bahwa dari 3.000 personel pasukan yang disiagakan ke Madura merupakan gabungan dari Polwil Madura dan Polda Jatim.
Secara rinci, Sugiono menjelaskan pasukan pengamanan Madura tersebut terdiri dari 720 personel Polwil Madura dan 2.280 personel dari jajaran Polda Jatim. Peningkatan pengamanan Pulau Madura terkait Pilgub putaran III dilakukan penjelang penghitungan ulang di Pamekasan.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jatim, Setia Purwaka menyatakan, pihaknya menunggu kepastian payung hukum terkait alokasi anggaran untuk Pilgub putaran III. “Kita semua kan maunya aman. Jadi, tak mungkin anggaran itu kita kucurkan tapi payung hukumnya belum jelas,” katanya kepada wartawan di Surabaya.
Dia belum bisa memastikan rencana pelaksanaan penghitungan suara ulang di Pamekasan pada 28 Desember nanti. “Kami menunggu payung hukum dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Kami tak akan jalan sebelum ada payung hukum. Kami dan DPRD juga ingin aman,” tambahnya.
Sejauh perkiraan Setia Purwaka, payung hukum anggaran Pilgub putaran III bakal turun pada minggu ini. “Nggak mungkin molor lah,” tukasnya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
adam
saya setuju apabila polisi membantu pengamanan pencoblosan ulang di 3 daerah yg rawan sekali dg tindakan kriminal & premanisme, krn pd pilgub putan kedua banyak sekali tindakan premanisme dg cara mengancam kalau tidak memilih calon yg didukung oleh preman tsb, contoh ada salah satu korban pd wkt akan masuk ruang bilik TPS diancam dgn kata2 “apabila kamu tdk memilih calon X keluargamu akan saya habisi” ada juga yg seorang saksi TPS dari calon X diancam dgn kata2 “apabila kamu masuk bilik sepeda motor kamu akan hilang”. Jadi mohon aparat keamanan khususnya POLRI mengamankan preman2 yang melakukan tindakan premanisme, bila perlu 3 daerah itu disiapkan dgn SIAGA 1, supaya masyarakat bisa memilih calon yg dipilih tanpa ada paksaan.
January 7th, 2009 at 2:34 pm
Ayuna
Saya rasa pilgub yang diulang-ulang terus menerus hanya dapat menghabiskan kas negara yang digunakan untuk mendanai pilgub terus-menerus. Megara kita bukanlah negara yang kaya dalam hal kas negara negara kita memiliki banyak hutang sebab itu jangan boros untuk bendahara negara kita yach… Karena pilgub diulang-ulang caleg jdi terhambat.
January 14th, 2009 at 10:44 pm