Reog Kubro Semarakkan Lebaran

Pagelaran Reog Kubro menyemarakkan agenda lebaran, Minggu sore (05/10/2008) di Lapangan Pasutan, Trirenggo, Bantul. Pertunjukan ini merupakan rangkaian acara yang bertajuk “Berkreasi dan Peduli di Hari Nan Fitri” dalam rangka menyambut lebaran serta memberikan hiburan bagi masyarakat.

Reog Kubro - intrance Reog Kubro - Anoman Obong Reog Kubro - Anoman Gelut

Reog garapan ini mementaskan cuplikan kisah Ramayana yakni peperangan Wanara (kera) dan Raksasa (jawa: buto). Memadukan unsur tari, seni topeng serta dibumbui unsur bernuansa supranatural.

Sesuai dengan tema acara yang salah satunya peduli terhadap lingkungan, rangkaian pertunjukan diawali dengan aksi para pemain membersihkan lapangan dari sampah yang berserakan. Baca selengkapnya »

Warung “Online” Ala Yogya

warungcyberalayogya.JPG

Sebuah warung berjudul unik yang terletak tepat disamping Plaza Ambarukmo Yogyakarta. Gambar ini saya ambil dari atas mobil saat sedang menuju tempat parkir pada Hari Rabu siang, 1 Oktober 2008.

Pengalaman Berlebaran di Yogya : Menikmati Pawai Takbiran dan Syawalan di Kampung

sholatid-2.JPG

Hari Selasa (30/9), sehari setelah kami sekeluarga tiba di Yogya, kesibukan sekaligus kehebohan melanda rumah ayah/ibu mertua saya di Yogya yang berlokasi di dusun Kuncen, Tegaltirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman yang selama ini damai, aman dan tenteram. Kedatangan dua cucu asal Cikarang yang hiperaktif, sensitif dan rawan konflik ini menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat signifikan bagi situasi rumah yang disampingnya berada hamparan sawah yang kini ditanami jagung dan dibelakangnya terdapat mesjid tersebut.Rizky yang pendiam tapi temperamental dan Alya yang jahil serta bawel merupakan sebuah paduan yang sangat pas untuk menambah kehebohan dirumah yang tenang itu. Teriakan kesal atau tangisan kencang serta riuh tawa anak-anak mewarnai keseharian kami selama mudik disana. Baca selengkapnya »

Grebeg Syawal 1941 Jimawal

Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar tradisi Grebeg Syawal (jawa: Sawal), Kamis (02/10/2008), dalam Kalender Jawa bertepatan dengan tanggal 1 Sawal tahun 1941 Jimawal. Rangkaian upacara dimulai dari Pagelaran Kraton dan diakhiri dengan rayahan gunungan di halaman Masjid Gede Kauman.

Gunungan Grebeg Syawal 1941 Jimawal Rayahan Gunungan Grebeg Syawal 1941 Jimawal

Upacara tradisional yang digelar setiap tahun ini merupakan dimaknai sebagai sedekah Sultan kepada rakyatnya. Disimbolisasikan dengan sebuah Gunungan yang berisi kacang panjang, cabe merah, terong dan sebagainya.

Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya selalu memadati setiap pelaksanaan grebeg. Para wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara pun antusias menyaksikan rangkaian upacara Grebeg Syawal.

Sebagian masyarakat Jawa masih menggangap bahwa uba-rampe yang dimuat pada gunungan dipercaya bisa mendatangan berkah dan kebaikan bagi yang mendapatkannya. Sehingga setiap perayaan gunungan ratusan pengunjung rela berdesakan rayahan (berebut) uba-rampe gunungan.

Foto-foto rangkaian tradisi Grebeg Syawal bisa dilihat di set foto Flickr.

Meriah, Malam Takbiran 1 Syawal 1429 H

Malam Takbiran menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1429 H di Jogja berlangsung meriah. Penentuan tanggal 1 Syawal 1429 H kali ini tidak terjadi perbedaan antara Pemerintah maupun Ormas Islam sehingga pelaksanaan takbiran-pun berlangsung lebih semarak, Selasa malam (30/9/2008).

Takbiran di Jogja, 1 Syawal 1429 H Takbiran di Jogja, 1 Syawal 1429 H

Gema takbir tak hanya dikumandangkan di masjid-masjid namun juga para peserta takbiran keliling. Perserta takbiran keliling mempilkan berbagai atraksi. Selain berjalan kaki, peserta takbiran dari sekitar Jogja berkeliling kota menggunakan kendaraan bak terbuka.

Atraksi takbiran keliling yang cukup menyedot perhatian masyarakat, salah satunya yang dilangsungkan di Masjid Gede Kauman. Rute takbiran melewati jalan protokol di tengah Kota Jogja. Iring-iringan kelompok peserta takbir dari halaman Masjid Gede melewati Alun-alun Utara, Jl. Ibu Ruswo, Jl. Katamso, Jl. P Senopati, Simpang empat Kantor Pos Besar dan Jl KH Ahmad Dahlan.

Agenda Wisata Menyambut Lebaran

Grebeg Syawal ParadeAtraksi wisata dan budaya akan menyemarakkan liburan lebaran di wilayah Yogyakarta. Berikut ini beberapa agenda yang berhasil dirangkum.

Grebeg Syawal tradisi Kraton Kasultanan Ngayogyakarta yang digelar setiap tanggal 1 Syawal Sawal dalam kalender Jawa. Diselenggarakan pada hari Kamis, 2 Oktober 2008 di Pagelaran Kraton, Alun-alun Utara dan berakhir di halaman Masjid Gede Kauman. Acara dimulai sekitar pukul 10:00 WIB.

Tradisi grebeg juga akan digelar di Desa Ringinharjo, Bantul bertajuk Grebeg Lebaran 1429 H. Selain mengarak gunungan, keunikan acara tradisional ini adalah permainan obor. Acara akan dilaksanakan pada Rabu, 1 Oktober 2008 mulai pukul 20:00 WIB, di Lapangan Ringinharjo.

Pentas Lebaran Reog Kubro, akan digelar pada Minggu, 5 Oktober 2008 mulai pukul 14:00 WIB di Lapangan Pasutan, Trirenggo, Bantul. Dimeriahkan dengan pertunjukan reog kubro serta pameran dan bursa kerajinan daur ulang.

Sementara beberapa obyek wisata unggulan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya akan disemarakan dengan pertunjukan. Pengunjung Kebun Binatang Gembira Loka akan dimeriahkan dengan pentas musik dangdut, serta atraksi menarik dari hewan gajah, onta, siamang dan sebaginya.

Sedangkan bagi pengunjung Pantai Parangtritis, Bantul akan dihibur dengan Parade Band pada hari Minggu, 5 Oktober 2008 bertempat di Panggung terbuka relokasi pedagan Pantai Parangtritis.

Di Kawasan Wisata Kaliuaran Sleman, untuk menarik pengunjung akan digelar atraksi hiburan campursari, orkes melayu dan jathilan di Panggung Hiburan Tlogo Putri Kaliurang, mulai tanggal 3-7 Oktober 2008.

Lebaran Craft Sale di Pasar Seni Gabusan

Los Kerajinan Kulit Pasar Seni GabusanLebaran Craft Sale 2008 akan digelar di Pasar Seni Gabusan, Jl. Parangtritis km 9,5 Bantul, tanggal 3-6 Oktober 2008. Disajikan berbagai produk unggulan karya para pengrajin Bantul.

Lebaran Craft Sale merupakan event tahunan, yang telah digelar 3 tahun berturut-turut. Agar lebih menarik, akan digelar demontrasi pembuatan produk seperti batik, perak dan batik kayu. Akan dimeriahkan pula dengan pertunjukan kesenian tradisional.

Event ini segaja digelar pada liburan lebaran, untuk menarik minat para pemudik agar datang dan bertransaksi produk kerajinan. Lokasi Pasar Seni Gabusan cukup strategis, berada di jalur wisata dari kota Yogyakarta menuju Pantai Parangtritis. Para wisatawan bisa mampir sejenak dan berbelanja produk kerajinan.

Derby DIY tanpa suporter tim tamu

Derby antara tiga kesebelasan DIY pada putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia Wilayah Timur, akan dimainkan usai libur puasa. Untuk menghindari gesekan antar suporter, telah disepakati bersama bahwa pertandingan derby tersebut digelar tanpa kehadiran suporter tamu.

Keputusan bersama ini diambil saat pertemuan antara Manajer PSS, Persiba Bantul, pengurus Slemania dan Paserbumi serta Polres Sleman, Bantul dan Poltabes Kota bertempat di RM Pring Sewu, Sleman, Kamis (11/09/2008). Meski tanpa dihadiri manjemen PSIM dan Brajamusti, keputusan ini akan disampaikan kepada mereka.

Dengan demikian, pertandingan hanya boleh dihadiri suporter tim yang bertindak sebagai tuan rumah. Namun tak menutup kemungkinan, pendukung tim tamu bisa saja datang tetapi tanpa memakai atributnya dan duduk manis menyaksikan pertandingan, iya kan?

Pertandingan panas sesama tim DIY dijadwalkan akan digelar pada tanggal 7 Oktober 2008 PSS Sleman menjamu Persiba Bantul, 11 Oktober 2008 tuan rumah PSS Sleman menghadapi PSIM Jogja, sedangkan pada 24 Oktober 2008 PSIM Jogja menjamu Persiba Bantul.

Hari Pertama Jogja Fashion Week 2008: Public Figures Show

Kemarin saya ikut menyaksikan pembukaan Jogja Fashion Week (JFW) 2008 di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Acaranya sendiri berlangsung cukup meriah. Tapi, karena memang cuaca sangat panas dan penonton yang banyak, mungkin ada sedikit ketidaknyamanan. Namun semua cukup terbayar dengan tontonan yang — bagi saya — menarik.

Jogja Fashion Week 2008 Jogja Fashion Week 2008 Jogja Fashion Week 2008

Di agenda pertama, JFW menghadirkan Public Figures Show. Saya tidak punya gambaran sama sekali, ternyata ini adalah sebuah peragaan busana dimana modelnya adalah tokoh masyarakat di Yogyakarta. Para model yang notabene mungkin cukup jauh dengan dunia fashion, tiba-tiba “dipaksa” untuk berlenggak-lenggok diatas runway dengan baju-baju koleksi pribadi, maupun dari sponsor. Bapak Haryadi Suyuti (Wakil Walikota Jogja), Bapak Koesdarto Pramono (Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi DIY) dan Indro “Kimpling” Suseno adalah beberapa figur publik yang didaulat untuk memeragakan busana batik.

Jogja Fashion Week 2008 Jogja Fashion Week 2008 Jogja Fashion Week 2008

Selain itu, tampil pula Ny.Yani Sapto Hudoyo, Ny. Suharti (dari Restoran Ayam Goreng Ny. Suharti), Hamzah Hendro Sutikno (Pemilik Mirota Batik), dan masih banyak lainnya. Walaupun memang tidak melenggak-lenggok seperti model, namun para figur publik tersebut mampu memberi warna tersendiri dalam acara ini. Penontonpun memberikan tepuk tangan yang meriah, bahkan disaat para “model dadakan” ini juga melakukan gerakan yang mungkin bisa dikatakan kaku. Tapi, secara keseluruhan kita memang harus ikut angkat topi atas kesediaan dari figur publik dalam bagian acara ini. Salut!

Agenda Jogja Fashion Week 2008

Berikut ini adalah agenda Jogja Fashion Week 2008 yang berlangsung di Pagelaran Kraton Jogjakarta mulai tanggal 27-31 Agustus 2008.

Rabu, 27 Agustus 2008

  • 09.00 - 12.00: Pembukaan, Public Figures Show, Tarian Kraton, Kesenian Kentongan dan Peragaan Batik Banyumas
  • 13.00 - 15.00: Band Performance
  • 15.30 - 18.00: Jogja Street Carnival
  • 18.30 - 21.30: Indonesian Fashion Designers Shows

Kamis, 28 Agustus 2008

  • 09.00 - 12.00: Jogja Fashion Week Talk (Seminar Budaya) bertempat di Sonobudoyo.
  • 14.00 - 17.30: Jogja Models Competition, Kesenian Tari Saman Gayo dari Aceh.
  • 18.30 - 21.30: Indonesian Fashion Designers Shows

Jumat, 29 Agustus 2008

  • 09.00 - 11.30: Make Up Compeition (Wajah Pesta Malam) 2008
  • 13.30 - 17.30: Traditional Art
  • 18.30 - 21.30: Indonesian Fashion Designers Shows

Sabtu, 30 Agustus 2008

  • 09.00 - 12.00: Peragaan Busana Tradisional dan Kraton
  • 13.00 - 14.30: Acoustic Band Performance
  • 14.30 - 17.30: Jogja Fashion Competition (Final) “Retro Jogja”
  • 18.30 - 21.30: Fashion Tendance 2009 APPMI Jogja, “An Unduring Culture”

Minggu, 31 Agustus 2008

  • 09.00 - 12.00: Urban Show and Jazz Sunday Morning
  • 13.30 - 16.00: India Culture Performance
  • 16.00 - 17.30: Penutupan Jogja Fashion Week 2008

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)