← Kembali ke halaman depan

Pasar Tradisional di Yogyakarta

Diantara derasnya laju pembangunan (terutama bidang perekonomian) di Yogyakarta, pasar tradisional tetap memegang peranan yang sangat penting. Hal ini juga tidak bisa lepas dari kondisi bahwa masih cukup banyak warga Yogya dan sekitarnya yang menjadi produsen produk yang dijual di pasar tradisional. Walaupun komoditas dari luar Yogya juga banyak didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Pasar Tradisional

Posisi pasar tradisional yang dekat dengan lingkungan masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama. Selain itu, tiap pasar tradisional juga memiliki komoditas yang sangat beragam. Jadi, jangan heran jika pasar bisa menjadi menjadi “one-stop-solution”.

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. Yan Arief

    Klo muncul lagi mal-mal baru, apa pasar tradisional bakal tergusur ya ??

    June 15th, 2007 at 3:13 pm

  2. gosong

    Dari pemikiran saya pasar tradisional tidak boleh tergusur, biarpun disebelahnya muncul mal-mal baru. Karena pasar tradisional merupakan tempat hidup orang banyak, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana para pedagang pasar dapat merawat tempat jualanya agar tetap bersih, rapi, teratur.
    Peran pemerintah dan produksen multi nasional harus selalu disertakan

    September 27th, 2007 at 5:52 pm

  3. Thomas Arie

    Sepakat! Pasar tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam roda ekonomi masyarakat. Relokasi mungkin menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana pasar yang lebih bersih dan tertata.

    Pada awalnya, saya sering mendengar keluhan dari pedagang pasar dan ibu-ibu tentang lokasi baru pasar yang dirasa malah semakin jauh dari pusat kota. Ujung-ujungnya, biaya transportasi naik, biaya belanja jadi sedikit ikut naik. Kalau pasar tradisional semakin sedikit, wah… dimana lagi bisa melihat hiruk pikuk dan serunya aktivitas jual beli dipasar?

    September 28th, 2007 at 12:41 pm

  4. Yesa

    ada yg tau ttg pasar sorowulan please..
    dan kira-kira bagaimana caranya menghidupkan sebuah pasar yang bisa dibilang “uda mati”??

    March 4th, 2008 at 10:00 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)