You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Gauk Peninggalan Belanda

Gauk Peninggalan Belanda

Yan Arief — July 14, 2007 / 11:48 pm

Orang Yogya menyebutnya Gauk, alarm tua peninggalan Belanda. Berbentuk mirip terompet besar, dipasang di atas menara dan gedung. Pada jamannya gauk ini berfungsi sebagai peringatan tanda bahaya perang dan peringatan hari besar. Bila belum pernah mendengar bunyinya, saat bulan puasa RRI Yogyakarta memutar suara gauk ini sebagai tanda berbuka puasa.

Gauk Peninggalan Belanda di Yogya

Dua buah gauk tua masih bertengger di pusat kota Yogya, di atas gedung tua (Kedaung Table Top Plaza) depan Stasiun KA Tugu dan gauk utama yang terletak di selatan Pasar Beringharjo, bertengger di atas menara. Seingat saya, pada tahun 80-an masih ada gauk lainnya, di timur Plengkung Gading Kraton Yogya dan di daerah Lempuyangan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.

  1. Thomas Arie

    Eh, kalau malam hari kira-kira jam 22:00 dan pagi hari itu, yang kedengeran gauk dari Pabrik Gula Madukismo ya? Dari rumah saya masih kedengeran tuh…

    July 15th, 2007 at 11:49 pm

  2. Yan Arief

    klo bunyi gauk dari madukismo itu, tandanya mesin giling tebu baru booting.. :D

    July 16th, 2007 at 7:32 pm

  3. yanu

    ada lagi selain pabrik madu kismo yaitu gauk yang berada di plengkung gading yang berfunghsii untuk menandakan buka puasa.trus di pabrik teksil samitex yang berfungsi untuk mengetahui tanda masuk karyawan

    November 14th, 2007 at 10:09 pm

  4. agung

    Klo gauk aneh itu coba dengerin setiap hari kamis-jumat jam7 pagi, kayak melodi 2 belanda klasik gitu, itu arahnya dari utara sekip. Klo drumband hampir setiap pagi jam 4 mulai terdengar. Klo arahnya kadang dekat lap terbang adisucipto, dekat Seturan, Sekip, ato dekat Kraton. klo Gamelan di gua jepang kaliurang jam 5 pagi, klo yang khas itu gauknya Balai yasa, jam 6.45 setiap hari, keras sekali.BCoba dinikmatin deh, betapa indah dan agungnya misteri Jogja kita ini

    July 30th, 2008 at 11:09 pm

  5. agung

    Klo gamelan, di dekat Jembatan layang lempuyangan setiap malam, klo drumband, di daerah2 bekas lapangan terbang ato pavuak kuda, seperti Sekip, Lap Adisucipto, Balapan (jalan solo/daerah pertokoan Urip Sumohardjo), Vredeburg, Alun-alun. HEBAAT YA.

    July 30th, 2008 at 11:12 pm

  6. edo

    eh masih ada tuh suara sayup2 full misteri wal teka teki, itu dah ada sejak daku masih smp di yogya dulu zaman m goreng bisa beku dan dari lesan bisa keluar asap klo bicara saking dinginnya bila musim bediding.Suara misteri tu klo berangkat sekolah dari rumah kedengarannya ditimur ttp begitu sampai jembatan winongo suryobrantan suara drum band pindah kebarat.kok bisa yaa? apa kadet2 tuh main drumband tiap hari pagi hari? antara jam 06-09? wiiii.

    May 8th, 2009 at 8:49 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT