Gauk Peninggalan Belanda
Orang Yogya menyebutnya Gauk, alarm tua peninggalan Belanda. Berbentuk mirip terompet besar, dipasang di atas menara dan gedung. Pada jamannya gauk ini berfungsi sebagai peringatan tanda bahaya perang dan peringatan hari besar. Bila belum pernah mendengar bunyinya, saat bulan puasa RRI Yogyakarta memutar suara gauk ini sebagai tanda berbuka puasa.

Dua buah gauk tua masih bertengger di pusat kota Yogya, di atas gedung tua (Kedaung Table Top Plaza) depan Stasiun KA Tugu dan gauk utama yang terletak di selatan Pasar Beringharjo, bertengger di atas menara. Seingat saya, pada tahun 80-an masih ada gauk lainnya, di timur Plengkung Gading Kraton Yogya dan di daerah Lempuyangan.

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
Thomas Arie
Eh, kalau malam hari kira-kira jam 22:00 dan pagi hari itu, yang kedengeran gauk dari Pabrik Gula Madukismo ya? Dari rumah saya masih kedengeran tuh…
July 15th, 2007 at 11:49 pm
Yan Arief
klo bunyi gauk dari madukismo itu, tandanya mesin giling tebu baru booting.. :D
July 16th, 2007 at 7:32 pm
yanu
ada lagi selain pabrik madu kismo yaitu gauk yang berada di plengkung gading yang berfunghsii untuk menandakan buka puasa.trus di pabrik teksil samitex yang berfungsi untuk mengetahui tanda masuk karyawan
November 14th, 2007 at 10:09 pm