You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Kembul Bujana, Tradisi Makan Bersama

Kembul Bujana, Tradisi Makan Bersama

Yan Arief — August 5, 2007 / 7:25 pm

Kembul bujana atau makan bersama biasanya digelar sebagai rangkaian suatu upacara tradisional Jawa, misalnya selamatan, syukuran, merti dusun (bersih desa) dan sebagainya. Warisan tradisi nenek moyang ini masih dilestarikan oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Kembul Bujana, Tradisi Makan Bersama

Tak sekedar makan secara bersama-sama, kembul bujana dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan YME. Bersama-sama duduk lesehan menikmati hidangan sebagai simbol bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama dihadapan Tuhan. Begitu pula dengan hidangannya, masing-masing memiliki makna filosofis.

Sementara nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi ini antara lain memperat rasa persaudaraan, gotong-royong untuk menyiapkan segala kebutuhan acara serta memberi sedekah makanan untuk warga sekitar yang kurang mampu.

Dalam penyelenggaraan suatu acara tradisional Jawa erat kaitannya dengan nasi tumpeng. Nasi yang dibentuk menyerupai kerucut ini dimaknai hubungan manusia menuju sang pencipta, juga sebagai simbol proses kehidupan manusia yang diharapkan selalu naik menuju puncak. Uba-rampe lainnya adalah nasi gurih, ingkung (ayam kampung utuh), lalapan, buah-buahan dan lain-lainya yang selanjutnya akan disantap bersama.

Menandai puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng oleh sesepuh setempat atau tamu kehormatan. Sendangkan sebagai penutup acara adalah kembul bujana, seluruh hadirin menyantap hidangan yang disajikan dalam pincuk dari daun pisang atau kertas. Ada pula yang dihidangkan menggunakan besek yang terbuat dari ayaman bambu.

Dalam se-pincuk sajian itu, berisi nasi gurih bercampur kedelai atau kacang goreng dengan lauk sepotong daging ayam yang mewakili hewan darat, ikan asin atau peyek gereh mewakili hewan laut.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. rezza

    kembul bujana itu emang nikmat sekali, apalagi kembulan bersama di acara seperti camping. Terasa nikmatnya kebersamaan…..dah lama banget gak ngerasain lagi.. Tapi ternyata di Kebudayaan Sunda juga ada tradisi itu, tapi biasanya makannya di atas daun nyiur

    August 6th, 2007 at 5:40 pm

  2. mufti

    Orang biasa nyebut kembul bujana po? Malah baru dengar, kok kaya bukan nama jawa. Yang saya tau biasanya disebut bancakan. :D

    August 8th, 2007 at 12:44 am

  3. Yan Arief

    Beberapa kali ikut acara tradisi, MC-nya bilang “Kembul Bujana”, disebut kenduren juga bisa

    August 8th, 2007 at 4:10 am

  4. Vania Köberlein

    Iya agak asing dg nama kembul bujana, klo bancakan atau maem kembul yo saya ngerti…
    Jadi kangen maem kembul sama adik2&rebutan lauk pauk

    August 8th, 2007 at 10:02 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT