You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Prosesi Labuhan Alit Kraton Yogya di Parangkusumo
Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat melaksanakan tradisi Labuhan Alit di Pantai Parangkusumo, Kawasan Parangtiris, Selasa (14/8/2007), bertepatan dengan hari Selasa Pon, tanggal 30 Rejeb, tahun Ehe 1940 dalam penanggalan Jawa. Menurut kepercayaan Kraton Yogya, tradisi sebagai wujud persembahan dari Sri Sultan HB X kepada Ratu Kidul, penguasa pantai selatan.

Prosesi Labuhan Alit diawali di Pendopo Kecamatan Kretek, Bantul yang berjarak sekitar 3 km dari pantai. KRT Sumowijoyo abdi dalem Kraton Kasultanan Yogyakarta sebagai utusan Sri Sultan Sultan HB X menyerahkan uba rampe labuhan kepada perwakilan Kabupaten Bantul.
Uba rampe atau barang-barang yang digunakan dalam ritual adalah milik Sri Sultan HB X. Berupa baju, kain, uang, minyak, uang dan potongan rambut Sultan, dimuat dalam jodhang (usungan).
Usai upacara di Kecamatan Kretek, ubo rampe labuhan diangkut menggunakan kendaraan diikuti seluruh rombongan menuju Cepuri, Parangkusomo. Kemudian ubo rampe disemayamkan sejenak di pendopo Parangkusumo, lalu dimuat kembali di atas 3 usungan dari bambu.
Setelah itu, ubo rampe dibawa menuju Cepuri diikuti seluruh kerabat dan abdi dalem Kraton Yogya. Cepuri adalah tempat yang dikeramatkan oleh Kraton, dipercaya sebagai tempat pertemuan Sultan dengan Ratu Laut Selatan. Tempat keramat itu berukuran sekitar 15 x 15 m yang dipagari tembok, di tengah terdapat 2 buah batu karang hitam.
Selanjutnya juru kunci Cepuri RP Surakso Tarwono mempimpin ritual doa menghadap 2 batu karang. Sedangkan ubo rampe diletakan di sebelah barat batu itu. Beberapa kerabat dan abdi dalem wanita menaburi batu karang itu dengan bunga.
Nah, usai ritual di Cepuri, ubo rampe selanjutnya dibawa menuju tepi pantai. Ratusan pengunjung terlihat diantaranya beberapa wisatawan asing yang ingin mengabadikan ritual tradisional ini telah menanti di pesisir Pantai Parangkusumo.
Bagi pengunjung lokal, mereka mencoba mencari keberutungan dengan ngalap berkah labuhan, dipercaya bila mendapatkan ubo rampe bisa mendatangkan keberuntungan, sebagai penglaris atau hasil panen sawahnya bisa melimpah. Tergantung kepercayaan masing-masing, boleh pecaya atau tidak, silahkan.
Di tepi pantai, usungan berisi ubo rampe diserahkan kepada tim SAR Parangtritis yang selanjutnya dibawa ke tengah ombak yang menerjang pantai. Pengunjung pun segera berhamburan menyongsong ombak demi ngalap berkah, mendapatkan benda-benda kagungan dalem (milik Sultan). Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan pengunjung, Polis Berkuda menghalau pengunjung bila mencapai batas pantai yang berbahaya.
Pada hari yang sama Kraton Yogya juga menggelar Labuhan Alit di Gunung Merapi, untuk memberi persebahan kepada penguasa gunung itu. Namun, saya tak bisa menceritakan tentang labuhan di tempatnya mbah Marijan ini, karena tidak bisa mengikutinya secara langsung.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 15 komentar untuk artikel ini.
novi
yogya kota yang penuh misteri, baik makanan, bangunan bersejarah, penduduk yang ramah…
komentaruntuk pemkot ” pengaturan kendaraan bermotor lebih dimaksimalkan lagi, agak sembraut terutama kendaraan roda dua, kawasan malioboro lebih ditata lagi agar terluhat lebih asri dan lebih nyaman untuk dikunjungi”.
September 7th, 2007 at 8:42 pm
vinzha
YOGYA adalah kota berjuta budaya.
Generasi muda semakin lama melupakan budayanya sendiri.
meski saya bukan orang YOGYA, tapi begitu aku menginjak tanah di Yogya 9 tahun lalu, kehangatan masyarakat disana, keramah tamahan masyarakat sekitar. budaya yang masih melekat erat dalam sosial masyarakat, tak akan pernah kulupa untuk selamanya. Kembangkan sektor pariwisata setempat dan jangan sekali - kali merenggangkan kekhasan kota Yogya, kota pariwisata dan kota pendidikan. Malioboro dan monumen Yogya Kembali sangat berkesan bagiku. sampai jumpa YOGYA aku akan datang kembali
I love YOGYA, kota LUARRRRRRRRRRR BIASAAAAA
salam hormat untuk semua masyarakat di sana ……….
October 6th, 2007 at 10:05 am
anto
sebagai warga YOGYA saya sangat prihatin tentang keberadaan sepeda motor mbok iyao pemerintah membuat undang2 pembatasan kepemilikan sepeda motor agar kota tercinta ini nyaman swegeeeer berkurang polusi mana julukan kota SEPEDA yang pernah menggema//?????
October 12th, 2007 at 9:40 pm
Chris
I Love Djogja Tapi menggapa sekarang djogja jadi panas n macet yaa jadi tidak senyaman dulu sejuk dan ramah
December 26th, 2007 at 3:58 pm
TUM
walau bentar di jogja…TAPI JOGJA KEREN!!!!!!!!!!!
love jogja….
March 17th, 2008 at 3:20 pm
tag mengerti
wakakakaakkaka . bisa di basa jawain gag tho ?
. plisssss .
. pentink buat tugas b. jawa !
. hahaha
April 5th, 2008 at 12:17 pm
Tradisi Labuhan Alit di Parangkusumo — Yogyakarta (Asia Blogging Network)
[…] Barang-barang tinggalan dalem (milik sultan), baju, kain, serta potongan rambut dan kuku sultan dilarung ke laut sebagai persembahan bagi penguasa laut selatan. Prosesi Labuhan Alit pada dasarnya sama seperti yang digelar pada tahun sebelumnya. […]
August 4th, 2008 at 11:14 am
hana
jogja…..
I MISS YOU,
walo udah ampe empat kali ke sana aku ngga bakalan bosen dhe………..
dari sendiri ampe bawa gebetan juga,
apalagi waktu di parangtritis,
hem……romantissssss.
Jogja, i will come back.
tunggu aku yachhhhhhh…….
September 10th, 2008 at 1:20 pm
hana
DJOGJA……..
I MISS YOU.
wlo udah kesana ampe empat kali, aku ngga pernah bosen,,,
dari sendiri ampe bawa gebetan, apalagi di parangtritis,,,
hem………….ROMANTISSSSSSS….
Djogja, I will comeback.
tunggu aku yachhhhh,,,,,,
love you.
September 10th, 2008 at 1:25 pm
min
jogja mantappppppppppppppppp aja dehhhhh tak akan kulupakan
October 7th, 2008 at 1:12 pm
cicit
October 24th, 2008 at 10:11 am
zizy
Apa nyi roro kidul itu bener2 ada kalo menurut aq sih itu cuma tahayul aja gx ada
November 10th, 2008 at 10:04 am
yusuf
ini lagi kenapa anda percaya dengan yang betul kenyataanya,
mitos payah
December 15th, 2008 at 11:26 am
RhaYa
yogya…Lumayan deket dari kampUang w..Propinsi di indonesia yang Dpet gelar Daerah Istimewa yap..tepat bangget menyandang gelar itu !
tuk pemProv tulung lah dijaga tempat2 bersejarahnya satu lagi imeg kota pelajarnya harus dikuatin jangn sampe pagi kot pelajar malem jadi kota “pe…r” i love yogya.i shiterru pokoke aku tresno lah…hehe
February 13th, 2009 at 3:15 pm
kantil
Adanya ratu pantai selatan itu benar. Saya mengalami pas saya berkunjung. Ke pelabuhan ratu sukabumi, saya waktu itu sedang jalan bersama adik saya dikarang hawu, dan adik saya minta untuk foto2 di karang hawu, dan saya memfotoi adik saya pas di dekat orang yang sedang mandi di pantai,pas foto adik saya.di cuci di kodak, orang yang lg mandi itu ke foto , dan orang yang lg mandi itu badannya bersisit seperti ular. Jadi saya percaya adanya. ratu pantai selatan.
May 12th, 2009 at 12:12 pm