You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Soto Lamongan Bikin Kemepyar

Soto Lamongan Bikin Kemepyar

Yan Arief — August 24, 2007 / 7:49 pm

Soto Lamongan di YogyaKemepyar — demikan komentar orang Yogya usai menikmati makanan berkuah panas, seperti soto lamongan ini. Soto yang diracik warga asli Lamongan ini rasanya khas, apalagi potongan daging sapinya lumayan tebal dan banyak. Selain membuat perut kenyang, juga badan serasa kemepyar alias bergairah lagi.

Soto lamongan yang terkenal di Kota Yogya yakni berlokasi di Jalan Veteran, tepatnya di sebelah barat bekas terminal bis Umbulharjo. Menempati dua warung sederhana dan berdinding anyaman bambu, buka sejak pagi hingga sore hari.

Warung di sebelah barat ditempati Cak Su panggilan Pak Sumalik. Sedangkan warung di timur ditempati 2 bersaudara Cak Ngun dan Cak Sodik. Keduanya berjualan secara bergiliran pagi - siang dan siang - sore.

Warung Soto Lamongan di Yogyakarta

Nah, sudah tahu lokasi warungnya kan ? Selanjutnya tinggal pesan dan menikmati sotonya.

Ciri khas soto ini, berkuah kuning keemasan dan daging sapinya itu lho, tebal tapi empuk dan lumayan banyak. Agar lebih mak nyus™, ditambah kecap dan sambal sesuai selera, atau ditambah garam bila kurang asin.

Sebagai pelengkap, ambil juga brekedel atau tempe goreng. Saya paling suka dengan tempe gorengnya, rasanya kriuk-kriuk karena digoreng hingga cukup kering. Dijamin bila hanya mengambil satu tempe pasti kurang. Biasanya saya menikmati satu porsi soto lamongan ditemani dua buah tempe. Lezat dan pokoknya puas …

O iya, satu porsi soto lamongan Rp 4.000, gorengannya cuma 300 perak. Sedangkan minumannya, teh dan jeruk panas/es hanya 1.000 perak saja. Murah kan…

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. carolina

    saya jg penggemar berat soto tersebut.sayang sekali saya sekarang ada diluar negri,jadi pengen pulang nih

    May 7th, 2009 at 7:47 pm

  2. uyung

    ini sich langganan lama saya sewaktu kuliah di yogya sekitar tahun 1996 sampai 2000. saya suka karena tidak terlalu berlemak kuahnya dibandingkan dengan soto aslinya didaerah. kalau pulang ke jawa timur saya pasti mampir.kabarnya cak su udah sukses nih karena menurut info udah punya istri 2 hehehe…terima kasih informasinya ya

    July 4th, 2009 at 5:58 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT