← Kembali ke halaman depan

Relokasi Kios Ikan Hias Pasar Ngasem

Beberapa waktu lalu di blog ini telah diceritakan tentang Pasar Ikan Hias di Ngasem. Nah, ada kabar terbaru dari Pemkot Yogya, dikutip dari Harian Kedaulatan Rakyat edisi Kamis (30/8/2007) :

“Pada waktu peninjauan ke Pasar Ngasem, relokasi pedagang ikan hias memang sudah ada kesepakatan. Namun untuk pedagang burung belum sampai ke arah relokasi,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Rencananya kios ikan hias itu akan direlokasi ke Bursa Agro Jogja (BAJ) di Jalan Bantul. BAJ terletak ditapal batas kota Yogya dengan Kabupaten Bantul, terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan tanaman hias di Kota Yogya. Untuk sementara pedagang masih diperbolehkan ‘mendua’, berjualan di BAJ tetapi juga tetap diperbolehkan membuka kios di Pasar Ngasem.

Relokasi ini terkait dengan revitalisasi Kawasan Tamansari Kraton Yogya, pada intinya mengamankan cagar budaya. Revitalisasi ini menyangkut berbagai aspek termasuk penataan Pasar Ngasem. Pasar burung ini sebagai salah satu daya tarik kota Yogya saat ini tidak lagi menawarkan kenyamanan cenderung kumuh, seperti pasar tradisional di kota lain, blog Kota Bekasi juga membahas tentang kumuhnya pasar tradisional.

Nah, pedagang ikan hias dalam proses relokasi, bagaimana dengan keberadaan Pasar Burung Ngasem, akankan direlokasi juga ? Kita tunggu saja kebijakan Pemkot Yogya selanjutnya dan semoga tidak menimbulkan gejolak sosial di Pasar Ngasem.

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. bhina

    Wah inget dulu sering cari ikan cupang hias disana he3… Pasar burung ditumpes aja mas sekalian. menyedihkan nasib satwa2 langka di eksploitasi abis2an. nasib burung berkicau apalagi… gregetan bgt rasane…

    August 31st, 2007 at 5:20 pm

  2. ichan

    pada dasarnya tiak masalah ketika direlokasinya pasar tradisional Ngasem. akan tetapi, apakah itu bermanfaat bagi para pedagang hewan tersebut? apakah setelah direlokasi akan meningkatkan pendapatan mereka?
    Ya harapan kita adalah tetap adanya pasar tradisional Ngasem, hanya saja penataannya saja yang perlu ditertibkan. dan sisitem pengairan gorong-gorong pasar perlu dibenahi, sehingga tidak membuat genangan air yang menimbulkan bau yang lebih tidak sedap.
    padahal kalo dipikir2 kemacetan adalah hal yang paling dinikmati oleh wisatawan lho.
    coba aja kalo kita naek becak dari malioboro sampek pasar ngasem dengan biaya Rp.5.000,- dan perjalananya macet kan lumayan tuh bisa tptp (tebar pesona) dan bisa liat kanan kiri yang banyak pusat cinderamata bajakan.lumayan kan?
    ya itupun bagi anda yang suka suasana kemacetan, secara dijojgja jarang banget macet.
    semoga bermanfaat aja deh…….

    October 1st, 2007 at 9:01 pm

  3. bondstroke

    walah walah
    direlokasi?
    jogja bakal kehilangan salah satu bagian pentingnya tuwh…!!!
    yg bkin beda dngn pasar yang lain tuwh sejarahnya, letakny yg dkt kraton, barang yang ada disana, dan fungsinya
    g usah direlokasi…!!!

    January 6th, 2008 at 3:24 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)