You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Minimnya Toilet Umum sebagai Fasilitas Publik di Malioboro

Minimnya Toilet Umum sebagai Fasilitas Publik di Malioboro

Thomas Arie — September 28, 2007 / 12:31 pm

toilet-malioboro1“Jangan kebelet di Malioboro!”. Mungkin kalimat ini bisa menjadi salah satu nasihat bagi mereka, yang menjadikan Malioboro sebagai salah satu tempat untuk menikmati suasana Yogyakarta di malam hari. Mengapa? Karena sangatlah sulit untuk mencari toilet umum. Seringkali saya merasa kerepotan jika tiba-tiba ada kebutuhan untuk sekadar buang air kecil. Dan, dari cerita beberapa teman, sepertinya banyak juga yang mengalami keluhan yang sama.

Malioboro memang menjadi salah satu pusat pariwisata di Yogyakarta. Entah sekadar untuk berjalan-jalan, atau menikmati suasana di malam hari. Gudeg lesehan di sepanjang Jalan Malioboro, warung angkringan Pak Man disebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta sudah sangat menjadi identik dengan kawasan Yogyakarta, lebih tepatnya Malioboro.

Anda bisa membayangkan, suasana santai ketika menikmati suasana santai di kawasan Malioboro harus terganggu dengan kebutuhan buang air kecil, yang mungkin cukup susah untuk ditunda. Salah satu harapan adalah toilet umum (yang seharusnya) mudah ditemukan di Malioboro.

Kalau pusat perbelanjaan masih buka, mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Tapi kalau sudah melewati jam 9 malam, perburuan mencari toilet umum bisa menjadi kegiatan yang tidak menyenangkan. Di sepanjang jalan Malioboro, saya hanya melihat dua buah toilet umum yang mudah ditemukan.

toilet-malioboro2

  1. (Gambar kiri) Toilet umum di sebelah selatan Hotel Inna Garuda, di ujung utara Jl. Malioboro. Sekitar 100 meter dari perlintasan kereta api. Toilet ini bisa jadi menjadi toilet umum paling bersih yang ada di Jalan Malioboro. Kabar baiknya, toilet ini buka 24 jam. Anda akan dikenakan ongkos Rp. 1.000,00 untuk buang air kecil. Oh ya, tempat termasuk tertutup dan aman. Kalau malam, cahaya lampu cukup terang, air bersih dan selalu tersedia.
  2. (Gambar kanan) Yang kedua, berada tepat didepan Pusat Informasi Pariwisata, disebelah pintu masuk Kantor Gubernur. Lokasinya agak ke selatan. Ironisnya, justru disini toilet jauh dari yang namanya nyaman. Lokasinya sangat sempit dan lebih kotor. Padahal, toilet ini berada persis di depan kantor Pusat Informasi Pariwisata Yogyakarta (Tourism Information Center). Dan toilet ini tidak buka 24 jam.

Saya juga tidak tahu siapa pengelola dari toilet umum tersebut. Dan saya pribadi tidak peduli siapa yang mengelolanya, yang lebih penting adalah bahwa sarana tersebut ada dan dalam kondisi yang layak. Apakah kondisi ini baru saja terjadi? Sepertinya tidak. Satu atau dua tahun yang lalu (mungkin lebih), kondisinya juga sama. Semoga saja pemerintah kota Yogyakarta tidak merasa bahwa ini adalah hal yang tidak perlu dipikirkan. Justru menurut saya sebaliknya, keberadaan sarana umum seperti ini sangat penting.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 7 komentar untuk artikel ini.

  1. Ben

    gimana kalo buka toilet swasta? mungkin bisa jadi bisnis baru :)

    September 28th, 2007 at 4:21 pm

  2. Thomas Arie

    Saya pribadi, cenderung lebih setuju jika ada pihak swasta yang tertarik untuk menggarap layanan ini. Tapi ada yang mau nggak ya?

    September 30th, 2007 at 4:42 am

  3. vetamandra

    yang bikin malioboro pesing..

    October 1st, 2007 at 3:57 pm

  4. vinzha

    Wow perlu di canangkan dalam APBD kali ya………

    Khusus untuk pembuatan Wc umum nih……….

    Gimana pak gubernur setuju khan !!!!

    October 6th, 2007 at 10:24 am

  5. rezakribow

    numpang pipis di kantor Gubernur aja. Deket ini .. :-)

    November 16th, 2007 at 12:51 pm

  6. miko

    memang sudah saatnya (bahkan kita telat deh ) kalo toilet2 umum dimana saja (beliau) berada, menjadi elemen penting penghias wajah kota, kecenderungan keberadaannya justru malah mengganggu wajah kota yang sudah cukup” manis “,kalo memang pemda setempat nggak mampu mengelola, ditender- in juga sah2 saja kok,kaya parkiran juga kan udah banyak yang dikelola swasta dng cukup profesional, aku setuju ma bang ben tuh yg diatas.toh emang dah terbukti kalo yg kelola pihak swasta, hasilnya lebih oke

    September 20th, 2008 at 7:20 pm

  7. ohsi

    nyantai masih ada banyak pohon,,

    kita ini indonesia,,
    bukan india,,

    jadi klo ktemu pohon kita pipis bukan nari,,

    maap sekedar ± bercanda,,

    November 28th, 2008 at 11:28 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • darwanto — selamat siang pak pak saya kan belum punya sim, saya mau buat sim baru dan saya belum tau tempat bikin sim ...
  • asoy — saya 2 kali maen dengan psk gang dolly, pelayanannya monoton gk seruuuuu sumpah, malah terkesan keburu gt
  • santoso — Mohon bantuan informasinya untuk nilai UN terendah dan tertinggi yg diterima di SMAN 11 Yk dan SMAN 4 Yk. Trmksh sblmnya.
  • woko — aku mau nanya tempat/toko di jogja yang berani beli laptop bekasku dengan harga tinggi dimana ya?
  • asri — pak, saya dapat in fo bahwa klo da kehilangan motor yang dapat di ambil kembali di polres bekasi...sebelumnya saya kehilangan ...
  • IBU SISIDK — anak saya nem 25.55 lulus sdn n pengen masuk smpn 8 or smpn 1 kirakira bisa ndak ya?atau tolong dong ...
  • syatir — Yah, kota palu memang punya sangat banyak potensi ekonomi. Kalo warga palu kreatif dan pemerintahnya mendukung, sy yakin kota palu ...
  • surya — klu merasa maniak kopi??? pernah nyoba kopi florest?? disini masih tersedia banyak kopi florest mentah.
  • Regina — ass.klo nem 29,35 bisa msk sma negri mna ya,mksih
  • Regina — nem trndh sma 10 n 11 yk taun 2008 brpe.ktnggu sgra jwbn ny.mksih