Renovasi Panggung Krapyak sebagai Bagian Poros Imajiner di Yogyakarta
Bulan ini, Panggung Krapyak sedang di renovasi. Renovasi ini terkait dengan kerusakan yang dialami Panggung Krapyak akibat gempa di Jogjakarta tahun lalu. Saya tidak ingin menilai apakah ini — waktu jeda antara peristiwa gempa dengan proses renovasi — lambat atau cepat. Yang pasti, ini merupakan sebuah usaha yang patut dipuji. Apalagi, Panggung Krapyak merupakan salah satu tempat bersejarah yang ada di Yogyakarta.
Panggung Krapyak ini merupakan bagian dari “Poros Imajiner” di Kota Jogjakarta. “Poros Imajiner” sendiri merupakan sebuah pola tata rakit kota yang membujur dari arah utara ke selatan, dengan jalan yang mengarah ke penjuru mata angin serta berpotongan tegak lurus.
Poros imajiner ini diwujudkan dalam bentuk bangunan, yaitu Tugu Yogya di sebelah utara, ke arah selatan berupa Jalan Mangkubumi, Malioboro, Kraton Yogyakarta, Jl. D.I. Panjaitan dan berakhir di Panggung Krapyak. Dari titik Tugu Yogyakarta, jika diteruskan ke arah utara akan sampai ke Gunung Merapi. Sebaliknya, dari Panggung Krapyak sebagai titik akhir jika diteruskan ke arah selatan akan berujung di Pantai Selatan.
Semoga saja proses renovasi bisa berjalan dengan lancar dan cepat selesai. Karena, dengan kondisi yang tidak kokoh saat ini, sangat berbahaya bagi orang-orang yang melintas di dekat area ini. Dan, hal lain yang cukup penting adalah semoga kelestarian peninggalan sejarah di Kota Yogyakarta tetap akan terus terjaga.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.