← Kembali ke halaman depan

Menjelang Petang, Belanja Oleh-oleh dan Menanti Kereta Api di Yogya

Bila anda menghadiri suatu acara di Yogyakarta, acara berakhir hingga menjalang petang dan anda harus kembali ke kota anda naik kereta api di Stasiun Tugu Yogya pukul 20.00 WIB. Sementara keluarga berpesan agar anda membawa oleh-oleh dari Yogya. Bagaimana memanfaatkan waktu yang relatif mepet ini sehingga anda dapat berbelanja oleh-oleh dan menikmati senja di pusat Kota Yogya? Mungkin pengalaman saya ini bisa memberikan gambaran.

Hari Minggu sore, 18 November 2007 yang lalu, saya bersama Vavai kontributor blog kota Bekasi mengikuti KPLI Meeting ILC 2007 di FTI UII. Usai acara, sekitar pukul 16.00 WIB, selanjutnya kami meluncur dari Kampus UII di Jalan Kaliurang menuju Kota Yogyakarta yang berjarak lebih kurang 15 km. Bloger kota bekasi itu meminta saya agar mengantar membeli oleh-oleh pesanan keluarganya yakni baju batik di sebuah toko di depan Pasar Beringharjo dan getuk Magelang. Kok… minta oleh-oleh getuk Magelang bukan bakpia Pathok yang khas Yogya, saya kurang tau. Saya sekedar mengantar saja, ndak masalah mau beli oleh-oleh apa. :D

baju batik wanitaNah, dari arah utara kami berdua menuju Jalan Malioboro dan memparkir kendaraan di depan Pasar Beringharjo. Kemudian menyeberang jalan menuju Toko Mirota Batik untuk membeli baju batik. Kesan memasuki toko itu, kental dengan nuansa tradisional jawa ditambah bau aroma terapi yang khas. Setelah bingung memilih akhirnya rekan saya itu membeli beberapa potong baju batik wanita dengan harga relatif murah.

Keluar dari toko batik, rekan saya itu juga tertarik membeli beberapa potong kaos oblong yang digelar pedagang asongan, katanya kaos ini sebagai oleh-oleh bagi kerabatnya yang lain. Selanjutnya, dari depan Pasar Beringharjo kami tancap gas menuju Pusat Oleh-oleh makanan tradisional di Jalan Mataram, yang terletak di sebelah timur tak jauh dari Jalan Malioboro.

aneka-makananDi pusat oleh-oleh makanan ini, terdapat 3 buah kios dengan dagangan yang hampir sama yakni berbagai makanan tradisional khas Kotan Yogya dan sekitarnya, diantaranya bakpia, geplak Bantul, yangko Kotagede, getuk Magelang, wajik dan sebagainya.

Setelah memborong beberapa kotak getuk Magelang, perjalanan dilanjutkan menuju angkringan Pak Man yang terletak di sebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta.

angkringan-lik-manWaktu menunjukkan pukul 18.00 WIB, kami melepas lelah sambil menikmati suasana senja di Kota Jogja, tak lupa menikmati minuman dan gorengan ala angkring Yogya. Kami juga menanti 2 rekan bloger yang berdomisili di Yogya. Ya.. Redy dan Thomas akhirnya datang juga. Selanjutnya kami berempat berbincang-bincang hingga pukul 19.45 WIB.

Kemudian kami menuju Stasiun Tugu, mengantar Vavai yang akan kembali ke kotanya menggunakan kereta api Taksaka jurusan Yogya - Jakarta. Beruntung kereta tidak terlambat, pukul 20.00 WIB kereta pun berangkat.

Yah.. demikian sedikit cerita saya saat mengantar teman belanja oleh-oleh dan menanti kereta api di Yogya.

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. Redy

    Yah, lain waktu kita sambung lagi acara tersebut…

    November 22nd, 2007 at 3:58 am

  2. Thomas Arie

    Untung Mas Vavai nggak minta geplak harus ke Mbok Tumpuk di Bantul sana… hehehehe…

    November 22nd, 2007 at 3:26 pm

  3. gedex

    He.. jadi kangen jogja :D

    November 22nd, 2007 at 4:09 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)