LAPAN Luncurkan Roket di Pantai Pandansimo Bantul
Wuuzzz… sebuah roket berlabel PRMI rancangan LAPAN menembus langit di atas Pantai Pandansimo Srandakan Bantul, hari Minggu, 9 Desember 2007 pukul 08.28 WIB sesuai dengan metadata foto rekaman saya. Roket itu mengawali rangkaian peluncuran sebanyak 16 roket hasil riset LAPAN.
Acara peluncuran roket ini merupakan rangkaian HUT LAPAN ke-44 yang jatuh pada tanggal 27 November. Sengaja diselenggarakan di Pantai Pandansimo Bantul sebagai napak tilas kegiatan PRMI yang merupakan cikal bakal LAPAN. Pada tahun 1963 sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam PRMI, banyak diataranya berasal dari UGM termasuk 2 orang berasal dari Bantul, melakukan uji coba peluncuran roket di pantai tersebut.
Menurut Ketua Tim Peluncuran Roket Muji Sujarwo tujuan utama kegiatan peluncuran ini untuk mengenalkan roket kepada pelajar sejak usia dini. Diharapkan dapat membangkitkan semangat kepada pelajar untuk mencintai dunia roket sehingga dapat memunculkan pakar-pakar roket di masa datang.
Roket yang diluncurkan, total sebanyak 16 buah. Terdiri dari 3 tipe yakni 2 roket PRMI, 2 roket RX-100, dan 12 RUM (Roket Uji Muat). Roket PRMI berkuran diameter 114 mm, panjang 1400 mm, berbobot 24,7 kg dengan muatan GPS untuk mengetahui jarak jangkauannya, diprediksi mampu menempuh jarak 4 km dan ketinggian 2,4 km di atas permukaan laut.

Roket RX-100 dengan diameter 114 mm, panjang 1940 cm, berat total 28,8 kg, dengan jangkauan 11 km dan ketinggian 3,5 km, dimuati GPS dan sensor tekanan. Sedangkan RUM merupakan tipe roket paling kecil, berdiameter 76 mm, panjang 1145 mm, berat 3,75 kg, hanya mampu mencapai ketinggian 1 km. Masing-masing RUM dimuati dengan parasut serta masing-masing membawa muatan yang berbeda, seperti kamera, spanduk dan muatan teknis. Ketika RUM mencapai puncak ketinggian otamatis muatan keluar bersama parasutnya.
Peluncuran 16 roket tersebut tak semuanya lancar, pada peluncuran sebuah roket tipe RX-100 harus ditunda, setelah diset ulang akhirnya bisa mengangkasa. Sementara sebuah roket tipe RUM gagal diluncurkan karena kendala di bagian pengapian.
Tautan lain : - Foto peluncuran roket di flickr.

Ikuti diskusi Ada 7 komentar untuk artikel ini.
vetamandra
kok wingi gak ketemu ya? padahal udah tak met-matke kok tetep gak ketemu. :(
December 10th, 2007 at 11:15 am
Thomas Arie
Veta, harusnya biar ketemu, tanya langsung sama Yan Arief itu… hehehehe…
Eh, kenapa di Pandansimo? Apakah ada alasan tertentu pemilihan tempat peluncurannya disana, selain karena napak tilas? Karena faktor angin? Atau apa ya?
December 10th, 2007 at 3:10 pm
Yeni Setiawan
Alesan dipilihnya Pandansimo mungkin sekalian latihan membidik Ostrali? :D
December 10th, 2007 at 4:31 pm
Yan Arief
alasan knapa di Pandansimo, karena lokasinya aman, jauh dari pemukiman warga, trus menurut ceritanya Bapak, jaman tahun 60an PRMI mengujicoba roket2nya di pantai selatan yogya termasuk di Pandansimo.
December 10th, 2007 at 5:01 pm
Foto Peluncuran Roket LAPAN di Kompas Cyber Media
[…] acara peluncuran roket LAPAN tersebut, saya juga melihat seorang fotografer menggunakan kamera DSLR dengan lensa panjang dan ada […]
December 11th, 2007 at 1:56 am
veta
betul kata yanarief, kalo gak salah tahun 1969.
December 13th, 2007 at 11:21 am
TNI AL dan UGM Uji Coba Roket di Pantai Pandansimo — Yogyakarta (Asia Blogging Network - ABN)
[…] Pandansimo, Bantul kembali menjadi ajang uji coba peluncuran roket. Beberapa waktu lalu LAPAN meluncurkan roketnya di pantai selatan itu, giliran Dislitbangal TNI AL bekerjasama dengan UGM, Jumat (04/04/2008) […]
April 5th, 2008 at 10:26 am