← Kembali ke halaman depan

Budi Harjono, Batik Kreasinya Menembus Istana Negara

Penampilannya sederhana, begitulah keseharian M. Budi Harjono seorang pengrajin batik bercorak bantulan. Siapa menyangka dibalik kesederhanaannya, produk batik yang digarap di workshop-nya sekaligus rumahnya di Dusun Karangjoho RT. 05, Triharjo, Pandak, Bantul, ternyata mampu memikat berbagai kalangan bahkan hingga Istana Negara.

batik-batul-budi-harjono.jpg

Saat saya temui di gerai batiknya di Pasar Seni Gabusan Bantul beberapa waktu, Budi Harjono mengungkapkan bahwa Ibu Negera Ani Yudhoyono dalam sebuah pameran pernah memborong batiknya, begitu pula, Annisa Pohan mantu Presiden RI juga terpikat keindahan batik bantulan ini.

andi-malarangeng-dan-budi-harjono

Budi Harjono mengaku akrab dengan Andi Malarangeng setelah beberapa kali berjumpa dalam event pameran di Jakarta yang diikutinya. Juru Bicara Presiden itu memesan seratusan potong kain batik untuk pegawai di Istana Negara.

Selain di lingkungan Istana Negara, Budi juga menceritakan bahwa pernah mendapat pesanan meski melalui rekanannya, yakni menyediakan batik untuk acara pelantikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tahun lalu.

Selanjutnya, Budi Harjono mengisahkan perjalanannya menekuni dunia batik-membatik. Awalnya, dia berkerja sebagai buruh di sebuah perusahaan batik di bilangan Tamansari Kota Yogyakarta. Kemudian, bapak berusia 43 tahun ini memberanikan diri berwirausaha, membuka workshop di rumahnya dan menamakan usaha kerajinan batik dengan Batik Bantul.

Budi Harjono merangkak dari bawah, awalnya melayani pesanan batik lukis dari perusahaan besar. Dengan kegigihannya dan kerap kali mengikuti pameran-pameran, kini omsetnya rata-rata Rp 60 juta perbulan. Bahkan mempunyai pelanggan di mancanegara.

Batik yang diproduksinya meliputi batik printing dengan harga termurah Rp 30 ribu, batik cap dengan harga berkisar Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu. Dan yang termahal adalah batik tulis karena prosesnya rumit, dikerjakan secara tradisional dan cukup memakan waktu, harganya bisa mencapai jutaan rupiah setiap potongnya.

Melihat perkembangan batik saat ini, Budi mengaku gembira, apalagi setelah ada himbauan dari pemerintah daerah bahwa setiap hari Jumat dan Sabtu, pegawai negeri di DIY diwajibkan mengenakan batik. Budi mengaku kerap kali mendapat pesanan dari instansi pemerintah untuk pakaian seragam.

Namun, dia merasa prihatin dengan rendahnya minat generasi muda untuk menekuni batik. “Saya tak sungkan untuk berbagi menularkan pengalaman dalam membatik kepada generasi muda, saya tidak takut muncul pesaing baru, justru saya gembira bisa melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa,” ujar Budi Harjono.

Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.

  1. nia

    saya sangat suka hal akan batik,namun di daerah saya sangat sulit menemukannya. Dimana saya bisa medapatkan batik dengan corak yang saya mau tanpa harus ke jogja,solo,pekalongan atau daerah penghasil batik lainnya? adakah yang menjual batik dengan online yg lengkap dengan corakdan harganya?

    February 3rd, 2008 at 11:18 am

  2. hisamto

    ada kami penjual batik bantul, kalo u minat bisa menghubungi toko kami bisa lewat email saa. web batik saya sebentar lg OL.

    May 5th, 2008 at 7:18 am

  3. ima

    saya suka batik dan ingin belajar dg bekerja langsung. adakah informasi lowongan karyawan di perusahaan batik?

    May 16th, 2008 at 3:50 pm

  4. nia

    saya sangat suka hal akan batik,apalgi batik jogya n solo namun di daerah saya sangat sulit menemukannya. Dimana saya bisa medapatkan batik dengan corak yang saya mau tanpa harus ke jogja n solo,adakah yang menjual batik jogya n solo seperti motif parang,“Cakar”, “Truntum”, “Sida Luhur”, dan “Sida Mulya”.,dengan online yg lengkap dengan corak dan harganya? kasih alamtnya yg lengkap yah yg bisa di hubungi

    terima kasih

    May 31st, 2008 at 9:58 am

  5. sofu

    salut kagem mas budi…

    August 24th, 2008 at 5:45 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)