← Kembali ke halaman depan

Hitung Mundur di Lampu Bangjo

Kota Jogja termasuk salah satu kota yang menjadi pionir dalam penggunaan timer di traffic light (orang Jawa menyebutnya dengan lampu bangjo) di samping Jakarta dan Solo. Bahkan hingga beberapa bulan beroperasinya timer di Jogja, kota sebesar Semarang pun belum menggunakannya.

Sebenarnya, adanya timer tersebut tentunya sangat membantu para pengguna lalu lintas untuk memperkirakan, masih cukupkah waktu yang tersedia untuk mendapat kesempatan melaju, atau sudah saatnya berhenti. Namun sayangnya, seringkali yang ada di pikiran pengemudi adalah: apakah harus menginjak/menarik gas dalam-dalam “mengejar” lampu hijau, atau siap-siap untuk berhenti saja.

Lebih parah lagi, saat lampu merah menyala, timer tersebut menjadi suatu pembenaran bagi yang antri di belakang untuk memencet klakson sekeras-kerasnya saat timer masih berada di sekitar angka 5, seolah hendak berkata pada yang di depannya “Cepetan, ntar gua gak kebagian lampu hijau”.

Yang antri di depan pun sama saja. Ketika angka timer berwarna merah tepat berganti dari 1 menjadi 0, langsung saja “bablas” begitu saja. Padahal angka 0 berwarna merah itupun memiliki durasi kurang lebih 1 detik sebelum berganti menjadi hijau. Perilaku seperti ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan, mengingat arus yang mendapat giliran hijau sebelumnya juga seringkali menerobos saat lampu hijau baru saja berganti merah.

Melalui tulisan saya ini, namun saya hendak mengajak Anda - warga Jogja - untuk lebih menempatkan timer tersebut pada fungsi yang sesungguhnya, yaitu membuat arus lalu lintas menjadi lebih tertib dan teratur. Perlu untuk diperhatikan, kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas memiliki angka yang cukup tinggi di Jogja.

Selain itu, tulisan ini juga hendak mengingatkan para pendatang/pelancong di Jogja, bahwa di balik keramahtamahannya, ternyata warga Jogja cukup sangar dalam berlalu lintas.

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. Thomas Arie

    Wah, iya nih… kadang bis juga ancang-ancang dulu, misal sudah mau hijau, langsung tancap gas. Hasilnya ditikungan bisa kenceng banget laju busnya.

    February 17th, 2008 at 8:25 pm

  2. Cah Elek

    Saya setuju bahwa kita harus menempatkan timer pada fungsi yang sesungguhnya. Paling tidak kita bisa siap siap, siap siap mengikuti peraturan atau siap siap nekat melanggar peraturan. Contohnya kalau di perempatan pingit dari arah magelang kita bisa siap siap tuh kalo mau ke arah samsat….. antrinya panjang….. jadi kalau timernya sudah menunjukkan angka 20 kita ambil kiri aja trus bablas ke selatan (mumpung Pak Polisi masih baik hati heeee……) maaf lho ini jangan dicontoh. Pada intinya saya setuju banget ada timer di traffic light (lampu bang jo hee….). Dan sebaiknya sebagai warga Jogja yang baik kita ikuti peraturan yang ada supaya Jogja tambah nyaman. Mohon maaf kalo ada yang salah, Salam

    February 18th, 2008 at 9:41 am

  3. ryan_oke

    “Selain itu, tulisan ini juga hendak mengingatkan para pendatang/pelancong di Jogja, bahwa di balik keramahtamahannya, ternyata warga Jogja cukup sangar dalam berlalu lintas.”

    Saya pernah ke Jakarta sekali. Saya perhatikan cara berlalu lintas warga di sana “mengerikan”. Lampu merah diterobos. Lampu belum hijau, sudah melaju. Apalagi ditambah lampu kuning menyala menjelang pergantian merah ke hijau (bukan hanya hijau ke merah).

    Kata paman saya yang tinggal di sana memang demikian. Kalau menaati peraturan lalu lintas, dikatakan sebagai orang bodoh.

    Seorang rekan dari Jakarta suatu waktu pergi ke Yogyakarta. Ia heran kok bisa-bisanya warga Yogya “sabar” dalam berkendara.

    February 26th, 2008 at 3:46 pm

  4. farrel

    di jkt mang gt sih mas, skali qt liat kosong lsg aja weerrrr… lha wong pak polisinya aja mlh nyuruh majuin mobil/motor sampe nyebrang jln, lampu mrh di jkt kan urutannya kebalik ga kayak di yk, misalkan qt lg di prapatan ringroad jombor nih mas (diambil ringroad krn prapatan ini merupakan prapatan besar, jalanan di jkt umumnya lebar en memiliki pembatas pake beton), qt pas kena merah dr tempel mau lurus ke pingit, saat ini yg lg hijau adalah lalin dr arah prambanan, saat itulah qt yg dr tempel mlh disuruh maju en stop lg persis di dpn kendaraan yg pd melaju dr prambanan, bgitu mereka udah merah qt lsg jln aja gt mas.

    February 28th, 2008 at 5:00 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)