Sandiwara Boneka ‘Kuncung Bawuk’ akan Diproduksi Kembali
Masih ingat nama Kuncung, Bawuk dan Paman Bebo ? Merekalah tokoh-tokoh yang sangat dikenal pemirsa televisi dalam sandiwara boneka ‘Kuncung Bawuk’ yang pernah ditayangkan TVRI Stasiun Yogyakarta sekitar tahun 70 hingga 80-an. Setelah hampir 3 dekade menghilang dari layar kaca, pemirsa televisi di Yogyakarta diharapkan bisa mengobati kerinduan dan menyaksikan kembali salah satu acara televisi yang paling dinantikan penayangannya kala TVRI masih menjadi satu-satunya stasiun televisi yang mengudara di Yogyakarta.
Sandiwara boneka ‘legendaris’ ini rencananya akan diproduksi kembali untuk ditayangkan di Kresna TV, stasiun televisi swasta lokal baru yang diharapkan bisa segera mengudara di Yogyakarta pada akhir tahun 2008 ini.
“Disela hingar bingar tayangan TV yang banyak dikeluhkan pengaruh negatifnya, ‘Kuncung Bawuk’ bisa menjadi alternatif tayangan yang kental dengan kearifan lokal dan sarat muatan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari”. Demikian disampaikan oleh Gunarta Adibrata didampingi M. Habib Bari dari Kresna TV.
“Namun terlebih dahulu Kami akan berkonsultasi dengan TVRI Stasiun Yogyakarta sebagai stasiun televisi yang pernah menayangkannya” tambah M. Habib Bari, kreator sandiwara boneka ini yang sekaligus anggota Dewan Penasehat dan Staf Ahli di Kresna TV.
Rencananya, sandiwara boneka ‘Kuncung Bawuk’ akan diproduksi oleh Kresna TV bekerjasama dengan beberapa rumah produksi lokal Yogyakarta, sambil menunggu turunnya ijin penyelenggaraan penyiaran. “Ini sekaligus menegaskan komitmen Kresna TV untuk terlibat dalam pengembangan rumah produksi lokal sebagai bagian dari industri pertelevisian di Yogyakarta”, demikian M. Habib Bari.
Meskipun tergolong acara anak-anak, ‘Kuncung Bawuk’ diyakini akan menarik pemirsa di segala usia. Terlebih bagi masyarakat Yogyakarta yang pernah menyaksikan masa keemasan penayangannya di TVRI sekitar 30 tahun yang lalu. Gunarta menambahkan, “Sandiwara boneka ini bukan hanya menjadi mata acara unggulan, namun sekaligus menjadi salah satu maskot program Kresna TV. Jadi, ingat ‘Kuncung Bawuk’, ingat Kresna TV”.
Selanjutnya, Gunarta Adibrata yang juga Direktur Operasional Kresna TV memohon dukungan dan do’a restu segenap masyarakat Yogyakarta agar proses perijinan yang dilakukan bisa berjalan lancar dan Kresna TV bisa segera mengudara sesuai waktu yang direncanakan. Saat ini, Kresna TV telah melampaui tahap verifikasi administratif dan verifikasi faktual untuk kemudian melaksanakan tahap Evaluasi Dengar Pendapat (EDP). Berita acara hasil verifikasi telah diserahkan langsung oleh Ketua KPID DIY S. Rahmat M. Arifin, S.Si kepada pihak Kresna TV dalam acara Briefing Persiapan EDP yang diselenggarakan di Kantor KPID DIY, Sabtu, 29 Maret 2008 yang lalu.
Proses EDP bagi PT. Mega Adi Citra sebagai pengelola Kresna TV menurut rencana akan diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 24 April 2008. Acara ini bersifat terbuka untuk publik. “ Masyarakat Yogyakarta yang berminat mengikuti presentasi dari Kresna TV bisa mengikuti acara ini secara langsung” kata Gunarta. Tentang kepastian waktu, tempat, dan mekanismenya, “Informasi lebih lanjut akan Kami sampaikan melalui media massa”, tambah Gunarta.
EDP merupakan tahap terakhir dalam rangkaian proses perijinan lembaga penyiaran televisi di tingkat lokal. Selanjutnya akan dilakukan proses Forum Rapat Bersama (FRB) antara Komisi Penyiaran Indonesia (Pusat dan Daerah) dan Depkominfo RI atas nama Pemerintah untuk memutuskan kelayakan penyelenggaraan siaran berikut jatah frekuensi yang bisa dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan penyiarannya.
Sumber: Press Release Kresna TV.

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
utik
he..he bisa nostalgia nih ama si kuncung.tapi kira-kira aku bisa liat lg gak ya.Kresna TV bisa ditangkap di wilayah Klaten-Solo gak tuh.
May 1st, 2008 at 2:50 am
Chantika
Ini yang kita tunggu-tunggu dari kehadiran TV lokal baru di Jogja. Katanya bakal ada 5 TV baru, ya? Wow … Seru banget … Buruan on-air, dong!!!
May 3rd, 2008 at 9:50 am
Arinta
waahh.. menarik sekali kalau kuncung bawuk akan dibikin lagi. rasanya akan sangat bagus sebagai alternatif acara TV yang saat ini penuh dengan acara sinetron yang kurang mendidik anak2. banyak pesan moral dan pendidikan budi pekerti yang disampaikan dari sandiwara boneka kuncung bawuk.Mudah2an kemasannya dibuat menarik untuk anak2 jaman sekarang. Yang saya ingat, tokoh kuncung bawuk utk jaman saya dulu cocok seleranya, tapi utk anak2 jaman sekarang bisa dibilang kuno. Maklumlah, anak2 sekarang pakai batik saja ada yang malu alias takut dianggap tidak gaya.
September 8th, 2008 at 2:34 pm