Jalan-jalan ke Kraton Yogyakarta
Minggu lalu, setelah mengunjungi Candi Borobudur, masih dalam rangkaian acara Fam Trip Journalist, saya — bersama dengan rombongan tentunya — berkesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat bersejarah di Jogjakarta: Kraton Yogyakarta.Inilah salah satu kesempatan dimana saya — dan tentunya Anda juga — bisa melihat dari dekat hal-hal yang terkait dengan Kraton. Mulai dari bangunan, bertemu langsung dengan abdi dalem Kraton (yang konon katanya hanya mendapatkan gaji sekitar Rp. 10.000,00 per bulan), melihat foto-foto raja-raja Kraton terdahulu, dan lain-lain.Cuaca saat itu cukup panas, namun ini tidak menghalangi antusiasme untuk jalan-jalan dan melihat sebanyak mungkin objek yang ada di dalam kompleks Kraton ini.
Rasanya waktu berjalan dengan cepat untuk bisa menjelajahi seluruh sudut Kraton Jogjakarta ini. Mungkin dilain waktu nanti bisa menjelajahi lebih dalam lagi. Oh ya, ada beberapa hal menarik yang mungkin perlu diketahui jika Anda ingin mengunjungi Kraton:
- Berpakaianlah yang pantas/sopan. Hal ini dalam pengertian untuk menggunakan pakaian yang “agak tertutup”. Jadi, jika misalnya anda wanita, jangan gunakan busana yang terlalu terbuka. Ketika berada dipintu masuk — atau membeli tiket — jika dirasa Anda tidak mengenakan busana yang pantas sesuai dengan etika lokal, bisa jadi Anda tidak diperkenankan masuk.
- Aksesoris yang Anda kenakan juga perlu diperhatikan. Jika Anda mengenakan tutup kepala (misal topi), atau mengenakan kaca mata hitam, Anda akan diminta untuk melepasnya. Hal ini sama ketika dulu saya mengunjungi museum Kraton Solo.
- Sewaktu saya duduk-duduk diluar komplek Kraton — di dekat pintu masuk, banyak pedagang yang menawarkan barang dagangan. Jika Anda tidak tertarik, Anda bisa menolaknya. Saya pribadi mendingan bilang, “Mboten, matur nuwun…” (Tidak, terima kasih…). Ini lebih efektif daripada diam berlagak tidak tahu.
Oh ya, waktu kemarin, saya sempat membayangkan bahwa rombongan akan mampir juga ke museum kereta Kraton yang tidak jauh dari situ. Di museum kereta tersebut, kita bisa melihat koleksi kereta-kereta yang dimiliki oleh Kraton. Waktu dulu saya mampir kesana, benar-benar terasa sekali nuansa magis ketika berada didekat kereta-kereta. Kalau ingin menyempatkan datang ke museum kereta, lokasinya ada di sebelah barat Kraton. Jadi, dari arah alun-alun utara, ambil arah kanan menuju kompleks Kraton. Tidak jauh dari situ (di sisi barat) Anda bisa melihat museum kereta.Foto-foto seputar Kraton bisa dilihat di halaman foto album saya atau milik Yan Arief

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
ketiko
Artikelnya benar2 menarik. Gaya penulisannya menarik. Saya juga pernah berkunjung ke Keraton, tetapi saya tidak pernah melihat keraton seperti yang Anda ceritakan. Tulisan Anda sangat mendalam dan informativ. Salut!
June 2nd, 2008 at 7:16 pm
Mengunjungi Museum Batik Joglo Cipto Wening Imogiri — Yogyakarta (Asia Blogging Network)
[…] berkesempatan mampir Joglo Cipto Wening bersama rombongan Fam Trip Journalists 2008 yang lalu. Usai mengunjungi Kraton Yogyakarta, rombongan menuju Imogiri, Bantul. Sempat juga mampir sebentar di Komplek Makam Raja-Raja namun […]
June 3rd, 2008 at 1:03 pm
Peresmian Gong Perdamaian Nusantara di Taman Pintar — Yogyakarta (Asia Blogging Network)
[…] rasa capek karena di hari tersebut tempat wisata yang dikunjungi lumayan banyak. Mulai dari Kraton Yogyakarta, Makam Imogori dan Museum Batik Joglo Cipto Wening. Oh ya, jika Anda tertarik mencicipi menu yang […]
June 3rd, 2008 at 3:14 pm
Gala Dinner Fam Trip Journalists 2008 — Yogyakarta (Asia Blogging Network)
[…] mengunjungi Kraton Yogya, Museum Batik Joglo Cipto Wening Imogiri, Kotagede dan menyaksikan Peresmian Gong Perdamaian, […]
June 7th, 2008 at 6:20 pm