You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Yogyakarta Gamelan Festival 2008
Ajang kolaborasi musisi gamelan internasional — Yogyakarta Gamelan Festival 2008 — akan diselenggarakan tanggal 10 - 13 Juli 2008 di Concert Hall Taman Budaya Jl Sriwedari Yogyakarta. Pada penyelenggaran yang ke-13 ini mengambil tema “Gamelan is spirit not an object”.
Mengutip informasi tentang Yogyakarta Gamelan Festival 2008 di blog Komunitas Gayam 16:
Yogyakarta Gamelan Festival merupakan event tahunan yang di adakan oleh Komunitas Gayam 16 dan diikuti oleh peserta lokal maupun internasional. Beberapa dari peserta yang ikut memeriahkan Yogyakarta Gamelan Festival kali ini antara lain: To Wana (musik dari penghuni hutan), Gamelan Plesetan dari Amerika , Singapore, Italy, Sulawesi Tengah, siswa SD dari Yogyakarta dan masih banyak lagi. Soal kemeriahan, jangan diragukan karena dalam tiap event Yogyakarta Gamelan Festival selalu menyuguhkan pertunjukan yang unik, menarik dan berkualitas yang merupakan hasil interaksi antara Gamelan dan Musik. Selain konser, ada acara pendukung lainnya yang tidak kalah serunya. Ada Pameran, workshop, Merchandise, Rembug Budaya, dan yang paling seru adalah DDR (Dance Dance Revolution). DDR merupakan bagian dari banyak permainan yang biasanya ada di mal-mal. Yang istimewa dari permainan yang satu ini adalah tidak hanya musik hip-hop dan R&B yang terdapat di permainan ini, tapi ada juga irama gamelannya. Permainan ini kabarnya belum di jual di Indonesia, jadi pertama kali dan satu-satunya tempat yang menyediakan permainan ini dalam irama gamelan adalah Yogyakara Gamelan Festival.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
fragaria
huhuhu… aku ga sempet nontom acara ini….
July 17th, 2008 at 7:53 am
Batas Ruang » Blog Archive » Membincangkan Nada
[…] Festival gamelan di Taman Budaya Yogyakarta, malam itu menjadi pengingat, terutama untuk saya sendiri. Ada noktah-noktah nada yang tersebar, bebas di sekitar kita. Tidak perlu terpaku pada kaidah-kaidah slendro atau pelog. Dengarkanlah, diamlah dan biarkan himpunan nada-nada itu memasuki telinga kita, menggetarkan gendang pendengaran di dalam sana. Membawa kita pada sebuah wilayah tanpa nama, melayang-layang entah di mana. […]
July 18th, 2008 at 12:33 pm