← Kembali ke halaman depan

keroncong, ingatan masa lalu

bait-bait irama terdengar lembut, dengan lantunan seorang biduanita yang memasuki usia empat puluhan lagu itu diperdengarkan, nuansa masa silam kembali bercengkrama.

sore itu, 5 tahun yang lalu. disebuah warung bakmi yang terkenal di bintaran, jogjakarta. suasana yang tadinya ramai oleh pengunjung menjadi sangat tenang, semua menjadi sunyi padahal tadi terdengar sangat riuh, seakan-akan mereka tidak mau melewatkan lagu yang menjadi penghantar rindu mereka, kemudian bait syair-syair merayap dibalut lantunan simfoni yang merdu seakan membuat pendengarnya merasakan slow motion, gerak lambat..sebuah musik yang telah memasuki jiwa mereka, yang kemudian mengangkat kepala, mengenangkan tentang masa silam dan kemudian tersenyum.

senja itu tampak dramatis di mata saya, semua orang kembali pada kesibukanya, tapi mereka tetap tenang, tidak seriuh tadi, beberapa orang tua kembali menyantap hidanganya, seorang anak kecil terpana melihat kelompok musik yang rata-rata berusia senja itu, seorang ibu yang seusia mereka menyelaraskan anggukan dengan dengan musik yang dibawakan walaupun tampak berkeringat karena kepedasan. lantunan biola, kencrung, gitar dan bas betot membuat seorang bapak tua yang memakai seragam pegawai negeri terhenyak di kursi, menerawang dalam, yang kemudian menghembuskan asap rokok kretek yang dihisapnya dengan lesu, seolah menjadi menyaksikan kepahitan yang sekarang terpampang di depanya.

selesailah lagu pertama mereka, seto ohasi. sebuah lagu yang terkenal kepunyaan sang maestro keroncong gesang, cerita tentang sebuah jembatan yang terkenal di jepang itu pun menjadi saksi dan kenang-kenangan.

sebuah prelude yang menawan bagi saya, walaupun saya tidak terlalu familiar dengan musik tersebut tapi seolah ada yang aneh, mereka seakan-akan menyanyikan masa lalu, mengajak kita untuk untuk kembali ke masa silam. tak sabar menantikan lagu selanjutnya.

malam akhirnya datang menyelimuti, dingin kembali merajai.

akhirnya parade masa lalu berkumandang, sebelum aku mati mengkhimadkan suasana, gema-gema masa silam kemudian pecah, kemudian masuk kedalam jiwa yang kemudian menebar ingatan masa lalu,

akan kutinggalkan..

warisan abadi..

semasa hidupku..

sebelum aku mati…

lambaian tanganmu..

panggilan abadi…

semasa hidupku..

sebelum aku mati.

______

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)