You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Sensasi Jagongan Wagen Edisi Khusus 2008
Meriah, seru plus ndagel saat pentas Jagongan Wagen Edisi Khusus 2008, Senin malam (18/8/2008) di Padepokan Yayasan Bagong Kussudiardjo, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Kemasan pertunjukan yang unik, memadukan seni lintas generasi dan lintas media seni — sensasi paduan seni tradisional, dagelan, hingga hip-hop — mendapat sambutan hanggat seribuan penonton.
Pertunjukan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB di pelataran padepokan, penonton disuguhi pentas tari tradisional lengger. Sepasang penari laki-laki dan perempuan dengan gemulai mengikuti alunan musik gamelan. Saat penari laki-laki mencapai puncak trans (kesurupan), mengangkat penari perempuan yang berdiri diatas pundaknya. Pentas tari ini diakhiri dengan aksi makan beling semprong lampu minyak.
Selanjutnya penonton diajak berpindah tempat, menuju anak tangga yang menghubungkan bagian lain di dalam padepokan. Di lokasi ini, Papermoon Puppet Theatre menampilkan sepasang boneka, dengan setting pedagang mainan anak-anak tradisional.
Sebagai adegan transisi menuju pentas berikutnya, pelawak Marwoto dengan dagelan khasnya berdialog dengan sepasang boneka tersebut. Kemudian ketiganya mengajak penonton menuju ruang pertunjukan. Penonton pun berdesak-desakan berebut tempat duduk lesehan di dalam ruangan.
Pentas ketiga, Marwoto berduet dengan pelawak Drs Susilo alias Den Baguse Ngarsa mengocok perut penonton. Pentas lawak ini berkisah tentang Yayasan Bagong Kussudiardjo dan kiprahnya di dunia seni. Tentu saja dikemas secara humor yang menghibur penonton.
Beranjak ke pertunjukan keempat, kedua pelawak tersebut mengajak penonton ke panggung terbuka di bagian barat padepokan. Di atas panggung ini, Djaduk Ferianto dengan Orkes Sinten Remen membawakan musik keroncong progresif. Beberapa lagu yang ditampilkan diantaranya “Di bawah Sinar Bulan Purnama” dan “Bendera” karya Eros.
Sebelum mengakhiri pentasnya, Orkes Sinten Remen membawakan lagu Bebas karya Iwa K sehingga telinga penonton diajak mendengar musik berirama hip-hop meski dicampur dengan warna musik keroncong, dangdut dan lainnya.
Pada pertunjukan terakhir, penonton diajak berjingkrak mengikuti hentakan musik Hip-hop. Dibawakan oleh Jogja Hip-hop Foundation (Yayasan Berkata-kata Cepat) yang terdiri dari Jahanam, Rotra, Kill The DJ dan KM7.
Pesta musik hip-hop diawali penampilan Jahanam, hit mereka yang populer berjudul “Tumini”. Sedangkan Rotra (bahasa walikan dari Jogja), diawaki oleh Anto eks G-Tribe, sebuah grup rap khas jogja pada medio ‘90an. G-Tribe dahulu pernah populer dengan hit “Melu Menek Jambe”, “Jogo Parkiran” dan “Watch Out Dab“. Bersama Kill The DJ dan KM7, mereka menampilkan komposisi rap campuran antara bahasa jawa-indonesia-inggris.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Njagong Wagen Bersama Temen-Temen « Idiotz’ Blogworkz
[…] selengkape bisa dilihat di ulasannya si w-s dan tulisan Mas Yan […]
August 20th, 2008 at 8:33 am