You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Nyadran Makam Sewu
Nyadran merupakan tradisi melakukan ziarah kubur ke makam leluhur menjelang bulan Ramadhan (Jawa: Pasa). Di Makam Sewu Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, setiap tahunnya digelar tradisi Nyadran yang dikemas dengan ritual budaya menarik. Dilaksanakan setelah tanggal 20 bulan Ruwah dalam kalender jawa.
Ritual ini digelar untuk menghormati Panembahan Bodo, seorang tokoh penyebar Agama Islam yang dimakamkan di Makam Sewu. Menurut hikayat, Panembahan Bodo merupakan keturunan Raja Majapahit Brawijaya V.
Nyadran di Makam Sewu yang diselenggarakan, Senin (25/08/2008), diwarnai dengan kirab budaya menggarak jodhang. Kirab menempuh rute kurang lebih 2 km diawali dari Balai Desa Wijirejo dan berakhir di Pendopo Makam Sewu. Masyarakat setempat dan daerah sekitarnya antusias memadati sepanjang jalan rute kirab, menyaksikan arak-arakan tersebut,
Perserta kirab terdiri dari Marchingband anak-anak, diurutan berikutnya 3 orang berpakaian putih-putih ala Wali. Kemudian, 3 buah jodhang yang diusung oleh para pemuda yang berpakaian tradisional Jawa serta diikuti para pejabat setempat.
Di Pedopo Makam, berbagai macam makanan tradisional, tumpeng, buah-buahan dan jajan pasar yang dibawa menggunakan jodhang selanjutnya diletakkan di meja. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sambutan pejabat setempat, tahlilan, tabur bunga di makam serta pemotongan tumpeng. Acara ditutup dengan makan bersama atau kenduri.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.