You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Yogyakarta adalah Istimewa, Bukan Minta Diistimewakan

Yogyakarta adalah Istimewa, Bukan Minta Diistimewakan

Yan Arief — October 29, 2008 / 2:34 pm

Emha Ainun Najib bersama Kyai Kanjeng turut mewarnai panggung dalam Gelar Budaya dan Pisowanan Agung, Selasa (28/10/2008). Dalam kesempatan ini, Cak Nun membawakan sebuah narasi tentang Keistimewaan Yogyakarta.

Wahai Indonesia… DIY bukan propinsi kerdil yang dengan tolol ingin merebut dirinya untuk dimasukkan ke dalam keranjang yang bernama keistimewaan. DIY bukan daerah jumud dengan penduduk yang berpikiran beku sehingga ingin menegakkan feodalisme dan kebanggaan kosong dari masa silam. DIY bukan wilayah yang dihuni oleh warganegara yang butahuruf sehingga tidak memiliki pemahaman dan apresiasi terhadap apa yang disebut demokrasi. DIY juga tidak punya nafsu untuk memamerkan peran warga terbaiknya, Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang pada momentum paling awal turut mendukuni lahirnya jabang bayi yang bernama Indonesia Raya. Di rumah beliau yang bernama Ngayogyakarta Hadiningrat, yang saat itu juga beliau lebur, beliau relakan untuk menjadi bagian dari suatu keindahan baru yang bernama Republik Indonesia. Bahkan rumah dan tanah beliau itu secara cuma-cuma beliau ikhlaskan untuk menjadi Ibukota Republik Indonesia, tanpa pernah menagih apapun sampai hari ini. Keistimewaan Ngayogyakarta Hadiningrat bukanlah tagihan kepada Republik Indonesia agar Negara baru itu mengakuinya, sebab Ngayogyakarta Hadiningrat sudah lahir jauh sebelumnya, sudah ada, sudah hidup, bahkan turut menghidupi suatu proses perjuangan yang kemudian melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istimewa, bukan minta diistimewakan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.

  1. Enam (6) Hal yang Mohon Menjadi Pertimbangan (atas Saran saya Wong Ndeso) Sebelum Menetapkan Sri Sultan HB X Menjadi Calon Presiden: « The Nurdayat Foundation

    […] Yogyakarta adalah Istimewa, Bukan Minta Diistimewakan 21 Tanggapan sejauh ini Tinggalkan komentar […]

    November 7th, 2008 at 1:05 pm

  2. eshape

    Sebagai womng YoGya tentu aku setuju dengan pernyataan ini.

    Cuma untuk urusan pencalonan Sri Sultan sebagai presiden yad, aku masih belum sreg.

    Mungkin karena egoku ya?

    Aku ingin HB tetap ada di Yogya saja, atau ibukota dipindah ke YOgya saja?
    [usul ramutu iki]

    Salam

    eshape

    December 1st, 2008 at 6:35 am

  3. ananto99

    Emang bener Bos tau bener tu cak nun, Setuju Bro

    January 3rd, 2009 at 10:26 am

  4. drh. Langgeng Anggitobumi

    Selain alasan dan pernyataan dari Emha Ainun Najib.
    Seharusnya kita ingat dengan peristiwa yang sangat
    mendasar yaitu waktu terjadinya agresi belanda yang mulai
    menguasai negara RI dan tentunya Ngayogyakarta. Dan dengan perlawanan sehari dengan peristiwa janur kuning nya.
    Tentunya Kanjeng Sultan IX yang jadi tamengnya waktu itu.
    Entah benar atau salah pasti harta dan jiwa keraton Ngayogyakarta ditumbalkan untuk keutuhan negara RI tercinta ini. Suka tidak suka sejarah sudah mencatatnya sedemikian rupa. Dan yang paling penting semua kawulo sentono mendukungnya.

    January 17th, 2009 at 12:52 am

  5. drh. Langgeng Anggitobumi

    Nambah mas
    Saya nanggapi tulisan 6 (enam) hal yang menjadi pertimbangan diatas. Beliau itu nulis sambil tidur. Atau saya nya yang baca sudah ngantuk. Yach apa pantes mas seperti itu.
    Saya yang tinggal disumatera aja walaupun sudah lupa unggah
    ungguh dan mungkin tata krama membaca tulisannya aja kok miris. Mbok tahu sedikit sejarah masa lalu.
    Sedikit masalah tanah. seharus sejarah sdh mencatat sejak untran-ontran mataram sampai perjanjian giyanti yang memisahkan negara mataram menjadi tiga yaitu kasunanan, kasultanan dan mangkunegaran dan diikuti perang diponegoro. Semua ini karena olah polah belanda selaku penjajah. Yach inti ya sabar mas . jangan asal
    Kalau sudah garis yang di atas tidak kemana- mana.
    Kanjeng sultan tetap jadi presiden. jadilah itu
    kita tetap menerimanya tentunya

    January 17th, 2009 at 1:57 am

  6. djugasvilli

    mempengaruhi untuk tidak memilih (terutama dengan menjelek2an) = BLACK CAMPAIGN from competitor

    February 16th, 2009 at 4:45 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • darwanto — selamat siang pak pak saya kan belum punya sim, saya mau buat sim baru dan saya belum tau tempat bikin sim ...
  • asoy — saya 2 kali maen dengan psk gang dolly, pelayanannya monoton gk seruuuuu sumpah, malah terkesan keburu gt
  • santoso — Mohon bantuan informasinya untuk nilai UN terendah dan tertinggi yg diterima di SMAN 11 Yk dan SMAN 4 Yk. Trmksh sblmnya.
  • woko — aku mau nanya tempat/toko di jogja yang berani beli laptop bekasku dengan harga tinggi dimana ya?
  • asri — pak, saya dapat in fo bahwa klo da kehilangan motor yang dapat di ambil kembali di polres bekasi...sebelumnya saya kehilangan ...
  • IBU SISIDK — anak saya nem 25.55 lulus sdn n pengen masuk smpn 8 or smpn 1 kirakira bisa ndak ya?atau tolong dong ...
  • syatir — Yah, kota palu memang punya sangat banyak potensi ekonomi. Kalo warga palu kreatif dan pemerintahnya mendukung, sy yakin kota palu ...
  • surya — klu merasa maniak kopi??? pernah nyoba kopi florest?? disini masih tersedia banyak kopi florest mentah.
  • Regina — ass.klo nem 29,35 bisa msk sma negri mna ya,mksih
  • Regina — nem trndh sma 10 n 11 yk taun 2008 brpe.ktnggu sgra jwbn ny.mksih