You're here: My City Blogging » Yogyakarta » Article: Nguras Sendang Selirang dan Kirab Budaya Kotagede
Kawasan Kotagede menyimpan kekayaan peninggalan kerajaan Mataram Islam. Salah satu yang masih kokoh berdiri adalah Komplek Masjid Besar Mataram, yang meliputi bangunan masjid, pasarean (makam) dan Sendang Selirang.
Sebagai upaya pelestarian budaya, masyarakat Kotagede menggelar tradisi Nguras Sendang Selirang yang disemarakkan dengan Kirab Budaya, Minggu (26/04/2009). Prosesi kirab dimulai dari Balai Desa Jagalan, Banguntapan menuju halaman Masjid Mataram.
Arak-arakan membawa dua gunungan yang berisi makanan khas Kotagede, serperti yangko, kipo, ukel, banjar dan sebagainya. Peserta kirab juga mengarak Miniatur Masjid Mataram serta dimeriahkan barisan bregodo (prajurit) dan kesenian tradisional.
Di halaman Masjid Mataram, kedua gunungan tersebut dirayah dan disantap oleh para pengunjung. Sementara di Sendang Selirang dilaksanakan serah terima siwur (gayung) oleh abdi dalem Pasarean Kotagede.
Warga sekitar Komplek Masjid Mataram selanjutnya, secara bergotong royong menguras dan membersihkan Sendang Selirang yang terdiri dari Sendang Lanang (laki) dan Sendang Putri.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
pria
sayang lingkungan masjid yang seharusnya kantal nuansa islamnya malah dijadikan tempat yang mengarah pada kejawen dan penyimpangan kepercayaan.
misal banyak terdapat orang - orang yang membuat sesajen dibawah pohon, dan laen-laen….
(saya orang kotagede yang kecewa dengan keadaan disana, terutama para pengurus yang membiarkan keadaan seperti itu berlanjut)
June 3rd, 2009 at 1:58 am
hary
saya setuju dengan anda, masjid kan tempat ibadah harusnya dihindarkan dari hal yang berbau syirik, mungkin musibah seperti gempa 2006 kmarin adalah sebuah peringatan dari Allah agar kita kembali mengingatNya. ketika itu banyak manusia menyebut Asma Allah, tapi sekarang banyak manusia yang sudah melupakan
June 20th, 2009 at 8:26 am